Puluhan Mahasiswa UIN RIL Tampil di Kolaborasi Budaya Krakatau Festival 2025
Fi fita
Bandar lampung
Ia juga menyoroti pentingnya filosofi Nemui Nyimah yang menjadi tema tahun ini sebagai cerminan sikap masyarakat Lampung yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi keberagaman.
“Falsafah ini adalah semangat yang menghidupkan Festival Krakatau,” tambahnya.
Masih dalam rangkaian K-Fest 2025, Rektor UIN Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. turut menghadiri Malam Pesona Kemilau Krakatau Festival yang dihelat di tempat yang sama, Minggu (6/7) malam.
Acara ini merupakan rangkaian akhir dari K-Fest 2025 dan ditutup secara resmi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.
Rektor mengapresiasi atas helatan akbar tahunan tersebut. Menurutnya, Krakatau Festival menjadi salah satu icon Provinsi Lampung yang sudah mendunia.
“Kita harus mendukung festival ini. Bukan saja sudah menjadi icon, tetapi untuk menjaga dan terus melestarikan budaya khususnya Lampung,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Humas UIN RIL, Novrizal Fahmi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif para mahasiswa.
"Kami sangat mengapresiasi partisipasi dan kontribusi adik-adik mahasiswa dalam mendukung dan memeriahkan event tahunan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusias dan peran mahasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk kesadaran untuk menjaga tradisi yang dibarengi upaya untuk melestarikan lingkungan.
Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan UIN RIL yang mendorong untuk berkontribusi dan berkomitmen dalam upaya pelestarian budaya serta lingkungan.
UIN RIL
Krakatau festival 2025
budaya
Lampung Mask Street Carnival
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
