Staf Khusus Menag RI Paparkan Konsep Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta di UIN RIL
Fi fita
Bandar lampung
Ia mengapresiasi UIN RIL yang konsisten sebagai kampus hijau terbaik.
Menurutnya, kampus ini dapat menjadi contoh nyata penerapan ekoteologi dalam pendidikan Islam.
Selain ekoteologi, Faried Saenong menyoroti Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai implementasi dalam pengembangan moderasi beragama.
“Al-Qur’an kalau diperas intinya Al-Fatihah, diperas lagi Basmallah, diperas lagi Ar-Rahman Ar-Rahim. Semua intinya cinta. Kurikulum cinta ini harus melahirkan pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang, bukan kebencian pada yang berbeda,” tegasnya.
KBC sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang digagas Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.
Tujuannya menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan tanah air dalam setiap anak didik.
Dengan prinsip inklusif dan kasih sayang, kurikulum ini menghindari penanaman kebencian berbasis agama sekaligus menjaga kebebasan keyakinan.
“Strateginya adalah menyisipkan nilai cinta ke dalam pelajaran yang ada melalui panduan guru, menyesuaikan metode menurut jenjang pendidikan, serta melakukan evaluasi perubahan sikap siswa,” lanjutnya.
Kurikulum ini resmi dicanangkan pada 24 Juli 2025 dan diharapkan menjadi pijakan membangun generasi yang toleran, peduli, dan harmonis.
Faried juga menekankan pentingnya internasionalisasi PTKIN.
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
