Staf Khusus Menag RI Paparkan Konsep Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta di UIN RIL

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

20 Agustus 2025 19:43 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Staf khusus Menang RI KH Faried F. Saenong, MA, MSc, Ph.D. Foto istimewa
Rilis ID
Staf khusus Menang RI KH Faried F. Saenong, MA, MSc, Ph.D. Foto istimewa

Ia mengapresiasi UIN RIL yang konsisten sebagai kampus hijau terbaik.

Menurutnya, kampus ini dapat menjadi contoh nyata penerapan ekoteologi dalam pendidikan Islam.

Selain ekoteologi, Faried Saenong menyoroti Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai implementasi dalam pengembangan moderasi beragama. 

“Al-Qur’an kalau diperas intinya Al-Fatihah, diperas lagi Basmallah, diperas lagi Ar-Rahman Ar-Rahim. Semua intinya cinta. Kurikulum cinta ini harus melahirkan pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang, bukan kebencian pada yang berbeda,” tegasnya.

KBC sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang digagas Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.

Tujuannya menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan tanah air dalam setiap anak didik.

Dengan prinsip inklusif dan kasih sayang, kurikulum ini menghindari penanaman kebencian berbasis agama sekaligus menjaga kebebasan keyakinan.

“Strateginya adalah menyisipkan nilai cinta ke dalam pelajaran yang ada melalui panduan guru, menyesuaikan metode menurut jenjang pendidikan, serta melakukan evaluasi perubahan sikap siswa,” lanjutnya. 

Kurikulum ini resmi dicanangkan pada 24 Juli 2025 dan diharapkan menjadi pijakan membangun generasi yang toleran, peduli, dan harmonis.

Faried juga menekankan pentingnya internasionalisasi PTKIN.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya