Musim Hujan, Kasus DBD di Pringsewu Capai 514 Kasus
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pringsewu melaporkan, sebanyak 514 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari-November 2025 yang tersebar di seluruh kecamatan menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pringsewu dr. Hadi Muhtarom menjelaskan, terjadinya kasus-kasus tersebut terjadi terutama pada awal tahun khususnya di musim hujan.
“Peningkatan signifikan terjadi pada bulan Januari 127 kasus, dan Februari 147 kasus. Setelah itu kasus mulai menurun pada bulan Maret dan seterusnya,” ujar Kadiskes, Kamis (20/11/2025).
Menurut dr Hadi, kenaikan ini sangat kontras bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya terdapat 156 kasus DBD sepanjang tahun.
'Artinya tahun 2025 mengalami peningkatan lebih dari tiga kali lipat dan Kecamatan Gadingrejo masih menjadi daerah dengan kasus DBD tertinggi sejak beberapa tahun terakhir.
"Tahun ini, Gadingrejo 202 kasus, disusul Kecamatan Pringsewu dengan 50 kasus, serta Kecamatan Pardasuka dengan 38 kasus,” imbuhnya.
Meski kasus meningkat, angka kematian akibat DBD di Pringsewu tergolong rendah.
Hingga November 2025, tercatat 1 kasus kematian yang terkonfirmasi DBD.
Angka ini menunjukkan angka kematian 0,19%, masih berada dalam batas aman sesuai target nasional yakni di bawah 1%.
dr. Hadi mengungkapkan, salah satu penyebab meningkatnya kasus adalah minimnya partisipasi masyarakat dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Pringsewu
kasus DBD Pringsewu
meningkat tahun 2025
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
