Kemenag RI Bangun Peradaban Harmonis Berbasis Trilogi Kerukunan Jilid II

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

27 Juni 2025 17:54 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, Ph.D
Rilis ID
Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, Ph.D

Ini merupakan kelanjutan dari komitmen Kemenag dalam membangun kehidupan berbangsa dan beragama yang damai, seimbang, dan berkelanjutan.

Setelah sebelumnya fokus pada kerukunan antar umat beragama, Jilid II memperluas jangkauan dengan menekankan pentingnya membangun harmoni secara utuh antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam semesta.

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, memperkenalkan trilogi ini dalam berbagai forum nasional sebagai respons terhadap tantangan spiritual dan ekologis yang semakin kompleks.

Tiga pilar utama yang diangkat dalam program ini adalah: pertama, kerukunan manusia dengan Tuhan yang menekankan pentingnya spiritualitas mendalam, pemurnian hati, dan kesadaran akan keterbatasan manusia.

Kedua, kerukunan antar sesama manusia sebagai upaya membangun solidaritas sosial lintas suku, agama, dan golongan.

Ketiga, kerukunan manusia dengan alam semesta yang menjadi penekanan utama pada Jilid II ini, dengan mengusung pendekatan “Ekoteologi”, yaitu pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan amanah keagamaan.

Ini kemudian dipertegas oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, dalam Rapat Koordinasi Kelulusan UM-PTKIN 2025 yang digelar pada Rabu, 25 Juni 2025.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan strategis kepada para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk tidak hanya memahami gagasan Trilogi Kerukunan secara teoritis, tetapi juga mengembangkan dan mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan kampus.

Hal ini mencakup internalisasi nilai-nilai spiritual dalam sistem pendidikan, penguatan budaya akademik yang inklusif dan toleran, serta pelibatan aktif civitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kampus diharapkan menjadi laboratorium kerukunan yang menyinergikan hubungan harmonis dengan Tuhan, membangun relasi sosial yang damai, serta membentuk kesadaran ekologis di tengah tantangan zaman.

Menampilkan halaman 2 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya