Kunjungi UBL, Duta Besar Swiss Perkuat Kolaborasi Global Untuk Arsitektur Hijau Berbasis Teknologi

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

26 Mei 2025 18:32 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto Universitas Bandar Lampung
Rilis ID
Foto Universitas Bandar Lampung

RILISID, Bandarlampung — Universitas Bandar Lampung (UBL) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Swiss untuk Indonesia, His Excellency Olivier Zehnder.

Kegiatan ini dalam rangkaian kegiatan Digital Eco-Archipreneur Review (DEAR) 2025, Senin (26/5) di Co-Working Space, Innovation Center UBL.

Didampingi oleh Wakil Duta Besar Swiss, Mathias Domeni, serta perwakilan dari State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Muhammad Halil Rahim, kunjungan ini menandai penguatan kerja sama strategis antara Pemerintah Swiss dan UBL dalam bidang arsitektur hijau berbasis teknologi.

Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan konkret Pemerintah Swiss terhadap pengembangan arsitektur berkelanjutan di Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan platform EDGE Building Apps yang dikembangkan oleh International Finance Corporation (IFC) sebuah lembaga anggota Grup Bank Dunia.

EDGE adalah alat simulasi berbasis bukti ilmiah untuk mendesain bangunan yang hemat energi, air, dan material sejak tahap awal perancangan.

Dalam sambutannya, Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kunjungan Duta Besar dan dukungan Pemerintah Swiss melalui SECO. Ia menegaskan bahwa UBL berkomitmen menjadi pelopor pendidikan arsitektur hijau dan digital di Indonesia.

“Kehadiran Duta Besar Swiss merupakan kehormatan sekaligus bukti nyata kepercayaan internasional terhadap peran UBL dalam membentuk generasi arsitek masa depan yang berwawasan lingkungan dan adaptif terhadap teknologi,” ujar Prof. Yusuf.

Duta Besar Zehnder, dalam pernyataannya, menyambut baik inisiatif UBL yang telah mengintegrasikan EDGE ke dalam kurikulum arsitektur dan menilai langkah ini sebagai kontribusi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Kami bangga dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung transformasi pendidikan arsitektur di Indonesia, khsusunya di UBL. Penggunaan teknologi seperti EDGE sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim global,” ungkapnya.

Kunjungan kehormatan ini dilengkapi dengan sesi pameran karya mahasiswa arsitektur UBL yang telah memanfaatkan EDGE untuk mendesain bangunan ramah lingkungan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertema "The Role of Architect in Green Building" oleh Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc., Ph.D, Ahli Bangunan Ramah Lingkungan dan Konsultan Arsitektur Senior IFC dan workshop "3D Visualization Powered by D5 Render" yang memperkuat integrasi antara teknologi, desain arsitektur, dan kesadaran ekologis.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Universitas Bandar Lampung

duta besar Swiss

UBL

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya