Kukuhkan Wisudawan Periode I 2026, Rektor UIN RIL: Lulusan Jadi Insan Ber-ISI
Fi fita
Bandar lampung
Menghadapi dunia kerja dan industri yang terus berubah, Rektor menekankan pentingnya integritas sebagai pembeda manusia dari teknologi.
“Di era algoritma bisa menulis esai, membuat gambar, hingga mendiagnosis penyakit, yang membedakan kita adalah integritas, etika, dan nilai-nilai rohani,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa ilmu tanpa integritas dapat menjadi bencana.
Karena itu, lulusan UIN RIL dibekali konsep wahdatul ulum atau kesatuan ilmu yang tidak terpisah dari nilai-nilai ukhrawi.
Rektor juga menggarisbawahi pentingnya kejujuran dan moderasi beragama.
“Dunia tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang yang jujur. Jadilah penyejuk di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang merangkul dan menebarkan kasih sayang,” ujarnya.
Kepada para wisudawan, ia berpesan agar terus belajar dan tidak berhenti pada gelar yang diperoleh.
“Gelar kalian adalah surat izin untuk belajar, bukan akhir dari belajar. Teruslah menjadi pembelajar sepanjang hayat,” katanya.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali wisudawan atas dukungan yang telah diberikan hingga para lulusan mencapai tahap ini.
Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi, dipimpin oleh Ketua Senat Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag., serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN RIL.
Uin ril
wisuda tahun 20026 uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
