Fitria, Siswi SMP Asal Lampung Ikuti Lomba Nasional Compassionate Gamification Challenge 2025

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

17 Mei 2025 13:15 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Fitria Khasanah Developer Game Termuda Asal Lampung. Foto: Ist
Rilis ID
Fitria Khasanah Developer Game Termuda Asal Lampung. Foto: Ist

“‎‎Makanya kadang anak yang sedang bermain game tim itu ketika dipanggil seolah tidak menyahut karena sedang fokus. Jadi bukan karena tidak mendengar, bukan pula karena berniat melawan orang tua,” tambahnya.

‎‎Anak yang sedang fokus bermain game otomatis harus sering main supaya paham posisi dan cemistri dengan rekan satu tim.

‎‎Dari hal inilah kadang banyak pemain game di vonis dan disamakan dengan aksi kenakalan remaja, tawuran, narkoba dan kriminal, penyebabnya mungkin karena tidak bisa membagi waktu.

‎‎Fitria menuturkan bahwa tak banyak orang yang tahu bahwa Game Mobile Legend itu mengajarkan kita tentang pentingnya kemampuan skil dan kekompakan.

‎‎Masing masing pemain punya skil dan kemampuan yang berbeda beda, ada saatnya maju menyerang, bertahan dan ada pula saatnya mundur.

“‎Kalau kita tidak punya kemampuan skil, maka kita akan menjadi beban tim, seperti minion yang akan di pukul dan menjadi makanan hero lawan,” jelasnya.

‎‎Fitria berharap di tengah perkembangan teknologi saat ini, anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta.

‎‎Dunia digital menawarkan banyak alat kreatif yang memungkinkan siapa saja untuk belajar dan berkarya dari rumah. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Fitria Khasanah

developer game

Lampung

Ken Setiawan

game anak

Compassionate Gamification Challenge

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya