Dosen UIN RIL Perkuat Publikasi Scopus

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

22 April 2026 19:28 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Kampus UIN RIL Foto istimewa
Rilis ID
Kampus UIN RIL Foto istimewa

RILISID, Bandar lampung — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali menunjukkan penguatan kinerja akademik di level nasional hingga internasional.

Hal ini tercermin dari capaian publikasi ilmiah para dosennya yang terindeks Scopus.

Berdasarkan data dari laman Scopus.com yang diakses pada 21 April 2026, 10 besar dosen dengan kontribusi dokumen terbanyak di lingkungan UIN RIL yakni pada posisi teratas, Antomi Saregar mencatatkan 76 dokumen, disusul Tulus Suryanto dengan 54 dokumen, dan Suherman sebanyak 46 dokumen. Rahma Diani berada di urutan keempat dengan 37 dokumen, diikuti Yuberti dengan 34 dokumen, serta Irwandani dengan 32 dokumen.

Selanjutnya, Ardian Asyhari, Nanang Supriadi, dan Syafrimen Syafril masing-masing menyumbang 18 dokumen, sementara Bambang Sri Anggoro melengkapi daftar sepuluh besar dengan 17 dokumen.

Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN RIL, Prof. Dr. H. Yuberti, M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Capaian ini menurutnya, menjadi indikator berkembangnya budaya riset, publikasi ilmiah, serta jejaring akademik internasional yang semakin konsisten dan produktif.

“Universitas besar dibangun bukan hanya oleh gedung yang megah, tetapi oleh tradisi riset yang kuat dan karya ilmiah yang berpengaruh. Karena itu, kualitas penelitian harus menjadi prioritas, bukan sekadar kuantitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dosen UIN Raden Intan Lampung tidak hanya menjalankan tridharma perguruan tinggi, tetapi juga mampu membangun ekosistem akademik yang kuat dalam publikasi bereputasi internasional.

Prof. Yuberti menekankan bahwa arah pengembangan riset ke depan harus semakin strategis dan terintegrasi. Tema-tema penelitian, kata dia, perlu selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Rencana Induk Riset Nasional, Asta Cita Pemerintah, Renstra Kementerian Agama, hingga agenda riset nasional PTKI.

“Riset harus bermakna, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata. Kualitas lebih utama daripada kuantitas. Kita juga harus mampu menjawab tantangan automasi akreditasi melalui luaran riset yang jelas dan berdampak,” tegasnya.

Menurutnya, penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi harus memberikan kontribusi nyata, baik secara akademik maupun aplikatif bagi masyarakat.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas Islam Negeri lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya