PTKIN dan Perlawanan terhadap Gengsi Pendidikan
Fi fita
Bandar Lampung
Gengsi semacam ini bukan sekadar persoalan selera, tetapi bentuk kekalahan nalar bahkan sebelum proses belajar benar-benar dimulai.
PTKIN hadir sebagai perlawanan terhadap cara berpikir yang menyempitkan pendidikan hanya pada status dan reputasi.
Ia menawarkan ruang belajar yang tidak hanya mengejar nama besar, tetapi menumbuhkan kesadaran tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Di PTKIN, pendidikan bukan berhenti pada pertanyaan apa yang bisa diraih, tetapi meluas pada pertanyaan untuk apa ilmu digunakan.
Di tengah obsesi ranking, reputasi global, dan pamer pencapaian akademik, PTKIN mengingatkan bahwa ilmu yang tercerabut dari nilai justru mudah kehilangan arah.
Melawan gengsi pendidikan berarti berani berhenti sejenak dan bertanya ulang tentang apa arti menjadi terdidik.
Apakah terdidik hanya soal gelar dan pengakuan, atau tentang kemampuan berpikir jernih, bersikap adil, dan bertanggung jawab terhadap sesama?
Di titik reflektif inilah PTKIN menemukan tempatnya, bukan sebagai pilihan terakhir karena keterpaksaan, melainkan sebagai pilihan sadar bagi mereka yang memandang pendidikan sebagai jalan pembentukan manusia seutuhnya.
Kuliah bukan tentang ke mana diterima, tetapi tentang ke mana nilai-nilai itu akan membimbing hidupnya. Ayo Kuliah di PTKIN!. (*)
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
