PTKIN dan Perlawanan terhadap Gengsi Pendidikan

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

13 Februari 2026 08:00 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN RIL, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I. Foto: istimewa
Rilis ID
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN RIL, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I. Foto: istimewa

Dalam dunia yang semakin bising oleh kompetisi, pendekatan ini sering dianggap tidak “seksi”. Namun justru di situlah kekuatannya.

PTKIN juga tentang ruang moderasi di tengah polarisasi. Indonesia hari ini menghadapi tantangan serius berupa polarisasi sosial dan menguatnya politik identitas.

Media sosial mempercepat penyebaran prasangka, sementara dialog kerap kalah oleh emosi.

PTKIN justru memainkan peran yang sering luput dari sorotan: menjadi ruang pembelajaran moderasi dan kebinekaan. 

Tradisi akademik PTKIN akrab dengan perbedaan pandangan, baik dalam tafsir keagamaan maupun pemikiran sosial.

Mahasiswa dibiasakan berdiskusi, berdebat secara sehat, dan memahami perbedaan sebagai keniscayaan.

Ini bukan sekadar urusan akademik, tetapi investasi jangka panjang bagi keutuhan sosial bangsa.

Pendidikan dan Keadilan Akses

Aspek lain yang tidak kalah penting dalam perdebatan tentang pilihan perguruan tinggi adalah soal keadilan akses.

PTKIN, dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, selama ini telah membuka pintu pendidikan tinggi bagi banyak anak dari keluarga sederhana mereka yang kerap berada di pinggiran arus utama kompetisi pendidikan.

Menampilkan halaman 4 dari 7

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas Islam Negeri lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya