Siti Aqila Tempuh Studi di Curtin University Belajar Bisnis hingga Diplomasi Budaya

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

10 Februari 2025 22:00 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Siti Aqila Nursilmina. Foto istimewa
Rilis ID
Siti Aqila Nursilmina. Foto istimewa

RILISID, Bandar lampung — Siti Aqila Nursilmina, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Lampung (Unila), telah berhasil melaksanakan Program Indonesian International Student Mobility Awards for Entrepreneurship (IISMA-E) di Curtin University, Australia.

Seperti dilansir https://www.unila.ac.id/ tidak mudah bagi Aqila untuk mendapatkan kesempatan ini. Aqila membuktikan berkat kerja keras dan tekad yang kuat ia bisa menggapai impiannya.

Sejak awal Aqila telah merencanakan untuk mengikuti program IISMA ini, segala bentuk persiapan ia lakukan, seperti berpartisipasi aktif dalam berbagai organisasi internal dan eksternal kampus, seperti AIESEC dan English Club di tingkat fakultas maupun universitas.

Setelah dua kali gagal dalam seleksi IISMA Reguler dan IISMA Co-Fund, Aqila akhirnya mencoba IISMA-E dengan persiapan yang lebih matang, termasuk dalam pemilihan universitas dan penyusunan esai, serta business plan.

Menurut Aqila, kunci utama untuk lolos IISMA-E adalah rasa ingin tahu yang tinggi dan ketekunan dalam mencari informasi.

“Kalau benar-benar ingin mengikuti program ini, seringlah mengakses website dan media sosial resmi IISMA. Jangan takut gagal, karena kegagalan bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar,” ujarnya.

Selama menempuh studi di Curtin University, banyak perbedaan yang dirasakan Aqila, mulai dari metode pembelajaran berbasis proyek, hingga fasilitas akademik yang sangat memadai, termasuk akses gratis ke berbagai jurnal internasional dan kesempatan mengikuti kuliah bisnis dari pengusaha sukses di Australia.

Selain itu, Aqila juga berkesempatan berdiskusi dengan Noongar People, salah satu suku Aborigin di Australia. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga baginya sebagai mahasiswa Hubungan Internasional (HI), karena membuka wawasan lebih luas mengenai budaya asli Australia dan diplomasi budaya.

Ia juga sempat bertemu dengan dosen dari School of Humanities di Curtin, yang semakin memotivasinya untuk melanjutkan studi S-2 di luar negeri.

Disisi lain, berkuliah di luar negeri tidaklah mudah, terutama dalam hal penyesuaian bahasa dan aksen para dosen.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Unila

universitas lampung

mahasiswa unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya