Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Academic Expo 2024, Ratusan Karya dan Inovasi Teknologi Ditampilkan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ia mencontohkan perangkat berupa gawai itu kini telah menemani kehidupan setiap orang. Kemudian tantangan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) juga tidak bisa dianggap remeh.
Keberadaan transportasi yang serba otomatis, kendaraan yang dapat menyetir sendiri, hingga robot-robot yang dapat menjalankan pekerjaan manusia. Perubahan sektor transportasi yang serba otomatis dan ramah lingkungan menjadi perubahan mendasar dalam memandang kota dalam perspektif kota maju.
“Tiongkok contohnya, sebagai negara yang kini mulai menjadi negara maju, telah terlihat bagaimana sistem transportasi mereka yang serba otomatis. Tak hanya itu, keberadaan robot-robot yang berpotensi menggantikan manusia di masa depan akan menjadi neo-luddite movement, yaitu pergolakan dan pergerakan manusia dalam melawan perubahan,” jelasnya.
Hal ini bisa berdampak negatif karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi di tahun 2045. Artinya banyak tenaga kerja produktif tapi di sisi lain, kemunculan robot di masa mendatang bisa ‘merebut’ peluang kerja tersebut.
“Teknologi menjadi dua sisi mata uang yang akan membawa kita pada kehidupan baru di masa depan. Teknologi ini akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik, atau teknologi akan mendisrupsi kita, atau bahkan menghancurkan manusia itu sendiri,” ujarnya.
Untuk itu, Bangsa Indonesia harus bersiap dari sekarang. Akademisi dan para pengambil kebijakan punya tugas yang berat untuk mempersiapkan itu semua.
“Mari kita persiapkan bersama, menghadapi dunia baru yang penuh dengan teknologi, bersama pemuda-pemudi yang ada di ruangan ini, kita persiapkan masa depan,” tandasnya. (*)
UTI Bandar Lampung
Universitas Teknokrat Indonesia
Academic Expo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
