Stok Oksigen di Bandarlampung: Ada RS yang Berlebihan, Ada juga yang Kekurangan
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ketersediaan oksigen di rumah sakit (RS) yang ada di Bandarlampung tidak merata. Ada yang berlebih, ada pula yang kekurangan.
Hal ini diketahui berdasarkan data yang diterima Rilisidlampung dari Dinas Kesehatan Bandarlampung per 12 Agustus 2021.
RS Urip Sumoharjo misalnya, jumlah kebutuhan tabung oksigen melebihi ketersediaan. Sementara RS Hermina Lampung, malah kekurangan 80 tabung besar.
Menanggapi hal tersebut, Kadiskes Bandarlampung Edwin Rusli yang dikonfirmasi pada Jumat (13/8/2021) tidak mempermasalahkan.
Sebab biasanya, apabila ketersediaan oksigen hanya sampai tiga hari, RS sudah melakukan pemesanan sehingga stok tidak sampai kosong.
Berikut data ketersediaan dan kebutuhan oksigen di 11 rumah sakit per 12 Agustus 2021.
1. RSUD A. Dadi Djokrodipo, ketersediaan 128 tabung besar, kebutuhan 100 tabung besar. Pemasok: CV Perwira dan CV Bumi Waras.
2. RS DKT, ketersediaan 35 tabung besar, kebutuhan 21 tabung besar. Pemasok: CV Bumi Waras dan PT Aneka Gas
3. RS Bhayangkara, ketersediaan 62 tabung besar, kebutuhan 98 tabung kecil. Pemasok: CV Bumi Waras.
4 RS Immanuel, ketersediaan 147 tabung besar, kebutuhan 125 tabung besar. Pemasok: PT Aneka Gas, Pusri, dan PT Krakatau.
Oksigen
rumah sakit
bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
