Sosok Ivanna, Alumnus Unila yang Mengajar Bahasa Indonesia di Harvard
Fi fita
Bandarlampung
Awalnya, ia mendengar program FLTA dari teman, sosial media, dan pameran EducationUSA di Jakarta, yang kemudian memotivasinya untuk mendaftarkan diri.
“Program ini sesuai latar belajar aku sebagai guru bahasa dan aku ingin merasakan mengajar bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Amerika Serikat,” katanya.
Persiapan dilakukan selama tiga bulan, dimulai dari menyiapkan TOEFL ITP, tiga esai, surat rekomendasi, dan berbagai dokumen pelengkap lain.
Setelah itu Ivanna harus melalui tahap wawancara, tes TEOFL IBT di Jakarta yang biayanya ditanggung pihak Fullbright, dilanjutkan pencocokan kampus, orientasi pra-keberangkatan, pengurusan visa, hingga akhirnya ia berangkat Agustus 2023.
Menjalani program FLTA merupakan pengalaman berharga bagi Ivanna. Ia berkesempatan mengajar mahasiswa asing yang ternyata sangat antusias terhadap pengetahuan ilmu budaya Indonesia.
Tentu hal ini membuat Ivanna menjadi semakin semangat mengajar dan membuatnya tumbuh menjadi pengajar yang lebih baik setiap harinya.
Selama menjadi pengajar bahasa Indonesia di Harvard, ia aktif mengajak mahasiswa berdiskusi tentang budaya Indonesia dan menghadiri acara-acara Indonesia, seperti Indo Food Festival di Boston.
Lingkungan di Harvard dinilainya sangat profesional serta banyak kegiatan kampus yang berfokus pada pengembangan diri dengan pendekatan yang interaktif dan berfokus pada diskusi.
Ivanna mengatakan, program FLTA telah memberi kontribusi berharga dalam perkembangan kariernya, terutama dalam bidang pendidikan dan bahasa, serta perluasan jaringan internasional.
“Selain itu, aku mendapat kesempatan untuk mengaudit kelas di Harvard, yang membantu aku mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di masa depan,” tambahnya.
Unila
mahasiswa unila
universitas negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
