Soal Kelanjutan ‘Nasib’ GB di RA Puri Fathonah, Ini Tindakan yang Akan Dilakukan Pihak Sekolah
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Siswa di RA Puri Fathonah Bandar Lampung berinisial GB belum diberi izin oleh pihak sekolah untuk kembali belajar bersama teman-temannya di ruang kelas.
Sampai saat ini GB masih sekolah via online (daring) atas permintaan orangtua GB lantaran banyak wali murid yang tak mau GB masuk kelas lagi. Alasannya GB diduga sering melakukan perundungan kepada siswa lain.
Di sisi lain, pihak keluarga GB juga bertanya-tanya sampai kapan GB harus sekolah daring? Apalagi ini sudah masuk tahun 2024.
Terkait hal itu, Kepala RA Puri Fathonah, Asria Robiatul Adawiyah mengatakan jika orangtua GB ingin GB tetap belajar di kelas, pihak sekolah meminta harus dilakukan screening terkait tumbuh kembang GB.
“Jika memang bersikeras ingin tetap masuk ke dalam kelas, saya mewakili Yayasan kami minta surat screening dari Lembaga terpercaya. Kami dari sekolah siap mendampingi untuk screening,” kata Asria Robiatul saat konferensi pers di Kania Caffe Bandar Lampung, Minggu (21/1/2024).
“Surat hasil screening itu sebagai kekuatan kami ketika nanti Ananda ini masuk dengan teman-teman yang lain kira-kira akan berbahaya atau tidak. Dan itu juga menjadi dasar kami untuk menghadapi wali murid yang lain dan pegangan kami,” tambahnya.
Jika pihak keluarga GB tidak bersedia screening, maka Asria selaku kepala sekolah yang akan melakukan observasi.
“Terpaksa saya observasi dulu di kantor dengan ilmu yang saya punya. Saya lulusan PGA, bukan lulusan Pendidikan luar biasa. Jadi ilmunya otodidak. Jadi kalau memang pihak GB tetap mau sekolah monggo, tapi tetap kita ikuti proses yang ada di sekolah kami. SOP tetap ada di sekolah kami,” ujarnya.
Dalam konferensi pers ini, Asria menyatakan pihaknya memahami hak GB untuk memperoleh pengasuhan. Maka ia membuat kebijakan agar GB tetap sekolah tapi sementara waktu belajar di ruangannya.
“Saya menjamin ananda GB tidak akan mengganggu anak-anak lain. PR terbesar saya adalah membatu ananda GB untuk mengontrol emosionalnya, dan itu harus saya lakukan bertahap (berproses). Dengan harapan ananda GB suatu saat dapat bersosialisasi lagi dengan teman sekelasnya,” tuturnya.
RA Puri Fathonah
anak nakal
anak diasingkan
siswa TA
RA Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
