Sederet Tempat Ibadah Tertua di Bandarlampung, Ada yang Berdiri Sejak 1808
Sulaiman
Bandarlampung
Selanjutnya tempat ibadah tertua di Kota Bandarlampuung yakni Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Marturia yang berada di Imam Bonjol tepatnya di sekitar Pasar Bambu Kuning Bandarlampung.
Gereja ini dibangun sejak tahun 1927 pada masa penjajahan Belanda dengan nama Protestantsche Kerk in Nederlands Indie yang dipimpin oleh Pdt J Luther Ramp.
Gereja ini mula-mula hanya berbentuk persekutuan jemaat yang bertempat di perkebunan "Kolonie de Giesting".
Setelah disahkan 29 Juni 1927, Gereja "Protestantsche Kerk in Nederlands Indie" ini,
Jemaat mulai membangun gedungnya secara bertahap, hingga pada 16 Oktober 1988 Panitia Pelaksanaan Jubileum Gedung GPIB Marturian merubah nama dari GPIB Bamboe Kuning menjadi Marturia.
6. Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang
Gereja Katedral Kristus Raja menjadi gereja katolik pertama yang resmi memulai aktivitas keagamaan di Provinsi Lampung.
Gereja yang berada di jalan Raden Intan Bandarlampung tersebut berdiri pada 16 Desember 1928 oleh seorang pastor Katolik berkebangsaan Belanda bernama H.J.D. Van Oort dari Kongegrasi SCJ (Sacro Corde Jesu, Serikat Hati Kudus Yesus).
Bangunan gereja lama adalah bangunan yang berbentuk bangunan sudut, sedangkan bangunan gereja yang digunakan sekarang adalah bangunan baru. Bangunan Gereja Katedral Kristus Raja memiliki arah hadap barat.
Tempat Ibadah Tertua
Kota Bandarlampung
Masjid Tertua
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
