Rumah Daswati, Saksi Sejarah Terbentuknya Provinsi Lampung yang Kini ‘Hilang’ Tertutup Tembok dan Hutan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Pada saat itu, masyarakat Lampung merasa kesulitan dalam mengurus pemerintahan maupun administrasi dikarenakan keputusan harus diambil dan disetujui pemerintah yang berpusat di Palembang.
Akhirnya, sebagian besar masyarakat sepakat, ingin mengubah Lampung menjadi daerah tingkat I atau provinsi. Kemudian, pada tahun 1962, berbagai upaya dilakukan para pemimpin karesidenan Lampung dalam ‘memerdekakan diri’ dari Provinsi Sumatera Selatan.
Salah satuya membuat petisi untuk Pemprov Sumatera Selatan. Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Hingga pada 28 Februari 1963, diadakan rapat yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Lampung dan tokoh-tokoh partai di Tanjungkarang. Rapat tersebut menghasilkan pembentukan panitia perjuangan Daswati I Lampung.
Untuk diketahui, rumah ini sudah pernah ditawarkan ke Pemprov Lampung oleh anak dari Hi. Mahmud Ibrahim selaku ahli waris seharga Rp1,5 miliar. Namun tidak ada respons.
Sayang tempat bersejarah itu kini nyaris tinggal kenangan. Bangunan fisik rumah Daswati hanya menunggu runtuh. Akankah ada yang peduli? (*)
Rumah Daswati
sejarah Lampung
rumah bersejarah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
