Rumah Daswati, Saksi Sejarah Terbentuknya Provinsi Lampung yang Kini ‘Hilang’ Tertutup Tembok dan Hutan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Kumuh, gelap, dan angker. Itulah kesan pertama saat wartawan Rilis.id Lampung berkunjung ke Rumah Daswati. Rumah bersejarah saksi bisu terbentuknya Provinsi Lampung, Jumat (3/5/2024)
Rumah Daswati kini kondisinya semakin memprihatinkan. Rumah itu kini tertutup pagar tembok beton setinggi 2,5 meter. Ada celah di tembok untuk masuk ke dalam. Namun ‘pintu masuk’ ini pun ditutup dengan meja kayu yang sudah rusak.
Saat masuk ke halaman, pengunjung hanya akan melihat sampah yang berserakan, kondisi rumah yang kumuh dan dikelilingi semak hingga pohon-pohon besar yang menghutan.
Masuk ke dalam rumah, lagi-lagi sampah berbagai jenis bertebaran di lantai. Kondisi atap rumah sudah rubuh akibat kayu-kayu penyangganya lapuk. seluruh lantai rumah juga kotor, berlumut dan lembab karena air hujan yang masuk ke seluruh ruangan.
Masuk ke ruangan lain, kondisinya juga tak lebih baik. Ranting hingga akar gantung dari pohon-pohon rindang di dekat rumah masuk menjalar ke dalam rumah, serta sampah ada dimana-mana.
Sementara barang-barang di rumah ini juga tampak sudah lapuk. Mulai dari kursi kayu, tempat tidur hingga patung-patung yang dibiarkan berada di teras.
Ternyata Rumah Daswati ini sering disinggahi pemulung untuk beristirahat. Saat meliput, wartawan Rilis.id bertemu dengan seorang pemulung bernama Aiwon.
Aiwon mengaku sering beristirahat dan tidur di halaman rumah ini. Barang-barang hasil memulung ia simpan di karung besar yang digantung di pagar beton. Ia ternyata baru memberihkan semak-semak di depan Rumah Daswati karena sudah sangat tinggi.
“Iya ini baru saya bersihin semua. Tadinya ini rumputnya sudah nutupin depan rumah. Ini sudah agak mendingan,” kata Aiwon.
Rumah Daswati
sejarah Lampung
rumah bersejarah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
