Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN RIL Gelar Webinar Internasional, Bahas Kontribusi Digitalisasi Industri Keuangan

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

5 April 2024 18:00 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto istimewa
Rilis ID
Foto istimewa

RILISID, Bandar Lampung — Program Studi (Prodi) S2 Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar webinar internasional bertajuk Contribution of Digitalization Financial Industry to the Real Sector, Jumat (05/04/2024).

Acara yang diselenggarakan secara sinkronus melalui platform Zoom dan kanal youtube Pascasarjana ini, diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan. Tidak hanya diikuti mahasiswa maupun dosen UIN RIL saja, namun nampak peserta umum dari universitas lain dari Sabang hingga Merauke juga turut antusias hadir dalam webinar. 

Direktur Pascasarjana, Prof Dr Ruslan Abdul Ghofur MSi membuka kegiatan secara resmi. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan wawasan berharga di tingkat internasional, khususnya bagi akademisi dan mahasiswa yang berspesialisasi dalam kualitas Ekonomi Syariah. Ia menyampaikan, hal tersebut juga mencakup mahasiswa sarjana dan pascasarjana yang sedang dalam proses menyusun proposal tesis dan melakukan penelitian. 

Webinar ini terselenggara bekerja sama dengan Fukuoka Women’s University, Jepang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara dimoderatori oleh Mia Selvina SE MSAk.

Narasumber pertama, Prof Dr Ibnu Qizam SE MSi Ak CA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prof Ibnu menyampaikan bahwa ekonomi digital menggambarkan perekonomian baru, wirausaha baru, dan teknologi baru, serta bagaimana hal-hal tersebut terhubung satu sama lain – bagaimana hal-hal tersebut memungkinkan satu sama lain.

Terdapat 4 poin yang mempengaruhi keberhasilan ekonomi digital, sebut Prof Ibnu, yaitu meningkatkan segi customer experience, product enhancement, collaborative innovation, dan organizational leadership.

Prof Ibnu memaparkan penelitiannya berjudul How does the digital sharia economy and financial inclusion play a role in developing islamic boarding schools-based Halal Value Chain ?, yaitu peran ekonomi syariah digital dan inklusi keuangan dalam mengembangkan pesantren berbasis Halal Value Chain.

Menurutnya, penerapan Halal Value Chain (HVC) melalui ekonomi digital dan inklusi keuangan dianggap sangat penting dikarenakan mayoritas konsumen khususnya muslim saat ini tidak hanya memperhatikan aspek produknya saja, namun juga mempertimbangkan dan memastikan alur proses produksi dan distribusi berasal dari sumber yang halal dan thayyib.

Kemudian juga, ia mengatakan bahwa pesantren menjadi dasar pengembangan industri halal. Prof Ibnu mengungkapkan, lebih dari 28.000 pesantren dengan 2,5 juta santri yang tersebar di Indonesia.

“Pondok pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan, namun juga fokus pada kewirausahaan dan pembelajaran ekonomi serta unit usaha yang berpotensi menjadi lokomotif penguatan HVC di tingkat lokal dan global,” katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya