Pengembangbiakan Kambing Saburai Terus Digenjot
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung dan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) bekerjasama mengembangkan jenis kambing Saburai, yang merupakan rumpun kambing lokal Lampung. Kandang pengembangbiakan kambing yang juga disebut jenis kambing super itu ada di Desa Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus.
Kambing Saburai merupakan hasil persilangan antara kambing Boer Jantan dan Peranakan Etawa (PE) Betina. Umumnya kambing Saburai memiliki ciri khas berwarna putih dengan perpaduan warna coklat. Kambing Saburai jantan memiliki tanduk yang melingkar bulat ke belakang. Sedangkan bentuk daun telingannya, baik jantan maupun betina, berbentuk panjang terkulai ke bawah.
Kambing-kambing diberi pakan menggunakan rumput jenis odot, kaliandra merah, dan limbah-limbah hasil pertanian seperti daun dan batang singkong serta daun ubi jalar. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.
Menurut salah satu dosen FP Unila, Kusuma Adhianto, kambing Saburai merupakan rumpun ternak lokal yang sudah ditetapkan melalui SK Mentri Pertanian No. 359/Kpts/PK.040/6/2015 tertanggal 8 Juni 2015. Dengan begitu kambing Saburai sudah ditetapkan sebagai kekayaan genetik ternak lokal Indonesia.
Penetapan kambing Saburai bertujuan melindungi kekayaan genetik yang ada di Indonesia.
“Kekayaan plasma nutfah jarang dicatat, sehingga ada isu negara tetangga yang mematenkan. Pemerintah pusat kemudian bergerak untuk mengamankan aset nasional,” ungkap Kusuma, dalam siaran pers yang diterima Rilislampung.id Rabu (24/2/2021).
Dari hasil riset yang dilakukan, kambing Saburai memiliki kekhasan dan keunggulan baik dari sisi produksi maupun reproduksi. Selain riset penelitian, pihaknya kerap melakukan pengabdian serta pendampingan bekerjasama dengan berbagai stakeholder. Hal ini bertujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Waktu itu juga sempat mendapatkan pendampingan dari Bank Indonesia. Kita berbagi pengetahuan, ilmu, dan teknologi terkait dengan kambingnya, ilmu, teknologi budidaya, pakan, dan lain sebagainya,” tambah Kusuma.
Menurutnya kambing Saburai memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah lain selain daerah asalnya (Tanggamus dan Pesawaran). Namun khusus di daerah Lampung populasi terbanyak sementara masih di daerah Tanggamus.
Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengungkapkan, pemerintah berupaya mempertahankan kelestarian kambing Saburai dengan menggandeng berbagai pihak untuk melakukan pembinaan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
