Pengalaman Ikut UKW Bak Permen Nano-Nano, Rame Rasanya!
Anton Suryadi
Lampung Barat
Setelah mandi, ganti baju, sholat dan makan, kami berlima saling bercerita pengalaman satu hari yang telah dijalani. Masing-masing dengan cerita yang hampir sama, penuh dengan drama dan ketegangan. Sesekali kami tertawa untuk menghibur diri, sebelum besok kembali bertarung dengan soal-soal yang rumit.
"Sudah jam sembilan malam nih, saya duluan ke kamar. Saya harus belajar untuk persiapan ujian besok," kata Merli, teman yang satu kamar dengan saya. Kami pun sepakat untuk istirahat di kamar.
Pagi harinya terjadi kepanikan, kami berlima bangun hampir bersamaan sekitar pukul 6:45 WIB.
"Waduh kesiangan kita, padahal alarm udah saya atur jam 5 tadi. Buruan mandi, kita tunda dulu sarapan daripada telat ikut ujian," kata salah satu dari kami setengah berteriak.
Kamipun bergegas, mandi seadanya dan segera mengenakan pakaian. Saya paling duluan ke halaman Hotel untuk memanaskan mesin kendaraan.
Jam telah menunjukkan pukul 7.00 WIB ketika kami beranjak ke Hotel Emersia, beruntung jarak kami ke tujuan cukup dekat dan situasi jalan raya juga lancar hingga kami tiba tepat waktu.
Lima menit tiba dalam ruangan, penguji (Bang Nizwar-red) terlihat berjalan ke arah meja kami.
"Assalamualaikum rekan-rekan semua, sesuai dengan yang saya katakan kemarin, hari ini kita langsung pada materi jejaring. Kumpulkan daftar jejaring yang telah anda siapkan, kita langsung masuk pada soal 2.6," ucap Bang Niz.
Soal pertama berjalan lancar, satu persatu kami maju ke meja Bang Niz untuk diuji terkait hubungan dengan narasumber yang telah kami buat dalam daftar jejaring.
Dalam ujian ini, Bang Niz selaku penguji berbicara langsung dengan jejaring yang kami hubungi, dia menanyakan bagaimana kinerja kami sebagai wartawan saat berinteraksi dengan narasumber dan mitra kerja. Setiap peserta diwajibkan untuk menulis resume dari ujian jejaring.
Uji jejaring berjalan cukup lancar, peserta yang telah selesai diminta untuk langsung mengerjakan Modul selanjutnya. Masih ada empat soal yang harus kami lalui dihari kedua ini.
Setelah istirahat makan siang, kami masuk kembali untuk mengerjakan soal yang terakhir sebelum sesi penilaian. Sambil mengerjakan soal terakhir, degup jantung peserta kembali berdetak lebih kencang, sebab soal terakhir menandakan sebentar lagi kami akan menuju sesi paling menegangkan dari semua proses ujian. Dan sesi itu adalah penilaian.
Tibalah momen paling menentukan! Bang Niz meminta kami bergantian untuk mendapatkan penilaian.
"Oke teman-teman, untuk peserta tetap tinggal untuk penilaian, yang lain silahkan menunggu diluar," ujar Bang Niz.
Saya dan peserta lain menunggu diluar sesuai perintah, meninggalkan seorang rekan yang sedang dinilai. Untuk mengurangi ketegangan saya dan peserta lain menunggu didepan Hotel, disana sudah ada juga beberapa peserta muda sedang mengobrol.
Hingga tibalah giliran saya dipanggil oleh penguji. Dengan perasaan yang tidak menentu, jantung berdegup saya melangkah ke depan meja Bang Niz.
"Gimana Ton, apa yang kamu dapatkan selama dua hari ini?. Kesan apa yang ingin kamu sampaikan,' tanya Bang Niz mengawali pembicaraan. Ditangannya ada lembaran soal milik saya yang sedang dinilai.
"Banyak sekali yang saya dapatkan selama dua hari mengikuti UKW madya ini Bang. Untuk menjadi wartawan yang profesional ternyata tidak segampang kelihatannya," ujar Saya menjawab pertanyaan dari Bang Niz.
Cukup lama kami berbincang membahas ujian dua hari ini, fokus bahasan lebih ke diri saya sebagai peserta. Banyak masukan dan saran serta motivasi dari Bang Niz sebagai penguji.
Sebelum menyerahkan semua lembaran soal yang telah tertera nilai, Bang Niz menatap saya sembari mengatakan hal penting tentang status kompeten peserta.
"Untuk Anton ketahui, sebagai penguji, dalam memutuskan seorang peserta itu kompeten atau tidak, saya mempunyai tanggungjawab moral terhadap lembaga ini, terhadap publik dan terhadap yang di atas" ungkap Bang Niz dengan nada serius, jarinya menunjuk ke atas.
Alhamdulillah, setelah perjuangan yang saya lalui, mulai dari pemberkasan, perjalanan hingga pertarungan selama dua hari mengikuti UKW, Saya dinyatakan kompeten sebagai wartawan jenjang madya berdasarkan penilaian yang dilakukan penguji.
Atas pencapaian ini saya menarik kesimpulan, tiada pencapaian tanpa usaha dan perjuangan. Dalam sebuah perjalanan menggapai impian, tujuan bukanlah yang utama. Yang utama adalah bagaimana kita menjalani setiap proses sebagai syarat untuk mencapai tujuan.
Karena itu, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi kepada semua pihak, yang telah memberikan dukungan.
Pertama kepada kedua orang tua saya, yang selalu mendukung dan mendoakan setiap langkah yang saya ambil.
Kedua, organisasi PWI khususnya PWI Provinsi Lampung, yang telah memberikan kesempatan dan ruang buat saya dan peserta lainnya, untuk meningkatkan kualitas profesi serta memiliki kapasitas sebagai wartawan kompeten.
Ketiga, Kementerian BUMN, yang telah bersedia bekerjasama dengan PWI Pusat untuk melaksanakan kegiatan UKW ini. Kami berharap kerjasama PWI dan Kementerian BUMN ini akan terus berkesinambungan dimasa yang akan datang.
Terima kasih kepada penguji kami Bang Nizwar, yang telah rela bersabar dan tidak bosan memberikan arahan dan masukan, untuk menjadi wartawan yang bermartabat.
Kami akan berupaya untuk menjalankan profesi ini dengan berpegang pada Undang-undang Pers 40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik dan aturan lainnya yang sudah menjadi ketetapan.
Terima kasih kepada Pimpinan tempat saya bernaung, Direktur Utama Rilis.id Lampung yang juga menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Lampung saat ini, Bang Hi.Wira Hadikusumah, yang telah mensuport saya selama ini.
Sukses selalu buat PWI Pusat, PWI Lampung, BUMN dan semua pihak yang telah ikut berperan atas suksesnya kegiatan ini. (*)
UKW
PWI
LAMPUNG
BUMN
Bandarlampung
Hotel Emersia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
