Masih Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis Film Saranjana : Kota Ghaib yang Berkisah Sebuah Kota Modern Nan Maju Namun Penuh Misteri
RICO ANGGARA
Jakarta
RILISID, Jakarta
— Film yang masih tayang di bioskop saat ini adalah Saranjana : Kota Ghaib. Film berdasarkan kisah nyata yang diangkat dari sebuah treat viral di Twitter/X bisa menjadi rekomendasi film yang bisa di tonton weekend ini.
Berikut sinopsis film Saranjana: Kota Ghaib yang masih tayang di bioskop. Saranjana mengangkat sebuah kisah tentang sebuah kota ghaib yang terkenal di Kalimantan Selatan.
Film ini diperankan Adinda Azani sebagai Shita, Lutfhi Aulia sebagai Rendy , Ajeng Fauziah sebagai Vey, Mouris Sam sebagai Anwar, M. Adhiyat sebagai Hendra. Gusti Gina sebagai Hamidah, Irzan Faiq sebagai Dion dan Betari Ayu sebagai Fitriah dan lainnya.
Film ini berlatar belakang sebuah kota yang sangat maju bernama Kota Baru yang ada di Kalimantan Selatan. Dalam film ini mengisahkan sebuah band asal Jakarta yang akan manggung di Kalimantan.
Namun, mereka justru harus menghadapi hal yang tak terduga. Salah satunya sang vokalis, Shita saat itu tiba-tiba menghilang.
Hal ini membuat seluruh anggota band panik. Mereka pun segera mencari Shita ditengah kebingungan mereka. Hal ini diperburuk tidak adanya kejelasan dari masyarakat sekitar.
Anggota band tersebut terus berupaya mencari sang vokalis. Termasuk di Kota Saranjana yang disebut warga sekitar. Karena mereka menyakini adanya kota yang sangat maju dan modern disana. Namun lokasinya tersembunyi.
Tak disangka, para anggota band harus mengalami berbagai hal yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Pengalaman itu juga menjadi hal yang tidak bisa mereka lupakan.
Sepanjang perjalanan tersebut anggota band mengalami kejadian mistis yang tidak diduga. Hal itu harus mereka alami selama tujuh hari.
Dengan penuh ketegangan apakah Shita bisa ditemukan oleh teman-temannya?
Saranjana
film
kota baru Kalimantan Selatan
film saranjana
sinopsis film Saranjana
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
