Mahasiswa FISIP Unila Lolos IISMA di Universiti Kebangsaan Malaysia
Fi fita
Bandar lampung
Nicho sempat pesimistis dan tak percaya diri saat mendaftar lantaran harus melewati kompetisi antarmahasiswa yang dinilainya jauh lebih unggul.
Ia juga tak memiliki prestasi khusus sebagai data pendukung. Namun Nicho membuktikan, tekad, doa, dan kerja keras, membuatnya berhasil lolos program ini.
Mengikuti sosialisasi dan mendengarkan saran dari kepala program studi menjadi wejangan bagi Nicho menentukan universitas tujuan.
Berbekal hal tersebut, Nicho memilih universitas yang disukai pada pilihan satu, disusul universitas lain yang berpeluang besar untuk diterima pada pilihan dua dan tiga.
“Saya memilih pilihan pertama di Arizona State University (US), pilihan kedua dan ketiga pada universitas di Malaysia, dan saya lolos pada pilihan kedua yaitu Universiti Kebangsaan Malaysia,” ungkapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Senin (1/7/2024).
Nicho merasa bersyukur dan bahagia ketika lolos program IISMA dan juga tidak menyangka dapat berkuliah di luar negeri melalui program tersebut.
“Jika kalian mempunyai sesuatu yang diminati, lakukan saja mumpung kita masih muda. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya dan jangan takut mengambil risiko. Kesempatan terbaik pasti juga dibarengi risiko yang tinggi. Jangan takut, apalagi memikirkan kata orang lain. Selama itu hal yang positif, kita tidak akan rugi ketika mencoba,” ujarnya. (*)
Unila
universitas negeri lampung
mahasiswa fisip unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
