Kebebasan Berkarya, Merayakan Eksistensi Mural
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sunday Street Jamming wajar disebut lebaran para writer dan muralist. Pasalnya, kegiatan yang digelar setahun sekali ini menjadi ajang berkumpul dan unjuk karya.
Sama seperti seni jalanan lainnya, para seniman di Sunday Street Jamming 'ngebom' di kanvas kosong berupa tembok besar dan panjang yang tentunya sudah di-block terlebih dulu.
Pada Sunday Street Jamming 5 ini, sebanyak 43 seniman berkumpul, saling menyapa dan berbicara lewat gambar dan tulisan warna-warni.
Goresan mereka menggambarkan karakter serta kebebasan berkarya. Merayakan eksistensi kultur graffiti dan mural lewat live painting. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
