Kata Peneliti Austria, Umat Muslim di Indonesia Suka Mengunggah Aktivitas Ibadah ke Medsos

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

4 Oktober 2019 12:00 WIB
Ragam | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Peneliti dari University of Vienna, Prof Dr Martin Slama, mengatakan, media sosial telah memicu perubahan dalam beragama orang Indonesia.

"Salah satu perubahan paling signifikan dalam bidang Islam di Indonesia adalah meningkatnya ketergantungan Muslim pada media sosial," katanya pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2019 di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dia mengatakan, di kalangan Muslim Indonesia sering menganggap aktivitas dalam jaringan (daring) menjadi bagian dari religiositas. Ada kecenderungan kesalehan beragama bisa dilakukan dengan membuat unggahan di media sosial (medsos).

Menurut dia, Indonesia mengalami perubahan sosial dan politik yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir seperti naiknya ekspresi ke-Islaman melalui medsos. Menurutnya, hal itu sudah menjadi gejala baru.

Slama yang juga peneliti di Institute for Social Anthropology pada Australian Academy of Sciences melalui riset Islam di Indonesia, mengatakan, medsos telah mengubah wajah Islam di Nusantara secara lebih ekspresif.

Media sosial, kata dia, memperlebar ruang berekspresi bagi masyarakat Muslim di Indonesia.

Paparan Slama itu disampaikan dalam forum AICIS yang merupakan forum kajian keislaman yang telah berjalan sejak 19 tahun lalu.

Pada gelaran AICIS ke-19 itu, sekitar 1.700 ilmuwan kajian ke-Islaman berkumpul di Indonesia pada 1-4 Oktober 2019. Pertemuan itu membahas 450 paper dari 1.300 yang diseleksi.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya