Jadi Inspektur Upacara di Sekolah, Kapolres Lamsel Bakal Tindak Siswa Tawuran
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Maraknya aksi tawuran antar pelajar yang marak terjadi di beberapa wilayah dan sampai menyebabkan korban jiwa, Polres Lampung Selatan (Lamsel) melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah.
Seperti di SMAN 2 Kalianda, Kapolres Lamsel AKBP Yusriandi Yusrin, turun langsung dan menjadi inspektur upacara, Senin (20/11/2023).
Dihadapan para siswa, Kapolres mengatakan, secara serentak ia perintahkan pejabat utama dan Kapolsek serta jajaran Bhabinkamtibmas untuk menjadi pembina upacara di SMA dan SMK sederajat di Lamsel.
"Ini dilakukan untuk menekan aksi kenakalan remaja yang melibatkan para pelajar," kata Kapolres.
AKBP Yusrian menambahkan, upacara adalah proses penanaman sikap kedisiplinan, penghormatan kepada arwah pahlawan serta dapat membentuk diri dalam bersikap sebagai seorang pelajar berkarakter.
Kenakalan remaja menurutnya merupakan suatu bentuk kegagalan dalam mengontrol diri. Sehingga siswa kurang mengetahui cara berperilaku yang baik, bahkan sampai dengan melakukan pelanggaran dan tindakan kriminal.
Selain dampak negative yang ditimbulkan dari kenakalan remaja yang merugikan diri sendiri. Hal tersebut juga merugikan masyarakat, sekolah dan orang tua.
"Kenakalan remaja juga dapat menghambat belajar dan menggapai cita-cita masa depan," imbuhnya.
Kepada orang tua dan guru, Kapolres berharap saling bekerjasama dalam mengawasi dan mendidik anak anak untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Jajaran Polres juga akan menindak segala bentuk tindak pidana terkait tawuran, geng motor yang terjadi di Wilayah Lamsel.
Kapolres Lamsel
inspektur upacara
SMAN 2 Kalianda
cegah tawuran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
