IIB Darmajaya Terjunkan 624 Mahasiswa PKPM dan KP Mandiri
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Pemerintah selalu mendorong untuk adaptasi ini agar dapat menghadapi problem-problem yang ada. IIB Darmajaya terpanggil untuk membantu dalam keadaan saat ini,” imbuhnya.
Dengan ilmu yang dimiliki mahasiswa, lanjut dia, skill yang telah didapat untuk membantu masyarakat terutama UKM dan UMKM dalam melakukan recovery.
“Saya berharap semua untuk bergerak dan membantu masyarakat. Anda adalah Dutanya Darmajaya maka jangan sampai mencoreng nama baik kampus. Karena Anda adalah mahasiswa dari kampus terbaik di Lampung dan Indonesia. Selamat ber PKPM dan KP di tempat kerja,” tuturnya.
Sementara, Firmansyah YA menyampaikan bahwasanya dalam hadits Rasulullah SAW bersabda khoirun nas anfa'uhum lin naas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Kalian sudah dibekali dari kampus The Best ilmu untuk menjalankan PKPM dan KP. Pergunakan untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat ilmu yang telah dimiliki,” ucapnya.
PKPM dan KP, kata dia, sebelumnya juga akan dilaksanakan dengan luring tetapi karena situasi dan kondisi terdapat peningkatan kasus Covid-19 maka dilaksanakan dengan daring.
“Maka kalian harus menjalankan PKPM dan KP dengan protokol kesehatan secara ketat dan berkreasi, inovasi, dan solusi dalam melaksanakan kegiatan PKPM dan KP Mandiri,” ujarnya.
Rektor berpesan kepada mahasiswa selama PKPM dan KP Mandiri juga wujudkan nilai-nilai The Best ke masyarakat.
“Saya juga berpesan kepada DPL untuk memantau anak-anak dengan juga memanfaatkan media sosial untuk kegiatan PKPM dan KP Mandiri. Sehingga masyarakat juga dapat melihat kegiatan pengabdian mahasiswa IIB Darmajaya,” tutupnya.
Adapun pelaksanaan PKPM dan KP Mandiri dimulai 16 Agustus hingga 16 September 2021. Total 624 peserta PKPM dan KP Mandiri dengan 539 mahasiswa menjalani PKPM dan 85 mahasiswa mengikuti kegiatan KP Mandiri di perusahaan tempatnya bekerja. (*)
IIB Darmajaya
mahasiswa
kerjasama
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
