Hasyika Nabilla Maharani Raih Mimpi dari Lampung ke Australia
Fi fita
Bandar lampung
Hasyika juga bercita-cita untuk magang di luar negeri melalui program Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), yang memberikan kesempatan magang selama sebulan di Australia dan sebulan di provinsi lain di Indonesia.
Proses seleksi untuk program ini dilakukan dalam dua tahap, seleksi provinsi dan nasional.
Di tingkat provinsi, peserta harus mengumpulkan CV, esai, dan proposal pengembangan komunitas, serta mengikuti tes tertulis dan wawancara.
Sepuluh kandidat terbaik kemudian mengikuti seleksi nasional yang melibatkan pengumpulan dokumen, wawancara berbahasa Inggris, dan penilaian oleh Kemenpora dan Indonesia Youth Diplomacy.
Bagi Hasyika, tantangan terbesar adalah melawan rasa pesimistis dan ketakutan, terutama saat harus menyelesaikan skripsi, bekerja, dan memberdayakan komunitas secara bersamaan.
Dukungan dari mentor, alumni PPAN, teman-teman, dan keluarga sangat membantunya tetap berjuang dan bersemangat.
Hasyika berharap dapat belajar banyak dari program ini dan menjadi jembatan bagi teman-temannya di Lampung untuk meraih mimpi mereka.
Ia berpesan agar jangan takut untuk mencoba. Kalaupun gagal, setidaknya tidak akan mulai dari nol dan minimal dapat pengalaman.
“Cari lingkungan yang bisa mendukung kamu, cut off toxic relationship, dan terus jadi anak muda di atas rata-rata. Capek itu pasti, pesimistis apalagi. Tapi, kita punya mimpi besar. Masa usahanya entar-entar,” imbuhnya. (*)
Unila
universitas lampung
mahasiswa unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
