Fakultas Adab UIN RIL Kupas Pergumulan Elit Muslim dalam Sejarah Indonesia
Fi fita
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dalam agenda Studium General atau kuliah umum yang menumbuhkembangkan atmosfir akademik, Fakultas Adab (FA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), mengupas tema kajian mengenai Pergumulan Elit Muslim dalam Sejarah Indonesia.
Acara tersebut berlangsung di Ruang Teater Lt.2 Gedung Academic & Research Center UIN dengan menghadirkan narasumber Dosen Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yakni Prof Dr Jajat Burhanudin MA.
Seluruh mahasiswa baru FA yang terdiri dari Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), nampak memenuhi tempat untuk menerima wawasan baru dari narasumber dengan antusias.
Rektor yang diwakili Wakil Rektor I Prof Dr H Alamsyah MAg mengatakan, penting mempelajari dan mengerti sejarah peradaban Islam dan untuk mendapatkan wawasan memahami bagaimana proses sejarah terbentuknya elit muslim dan peranannya dalam sejarah Indonesia.
"Banyak kontribusi signifikan dari para ahli politik, sejarawan muslim pada peradaban dunia, peradaban Islam sampai terbentuknya NKRI,” ujarnya, Senin (30/10/2023).
Dekan FA UIN RIL, Dr H Ahmad Bukhari Muslim Lc MA menyampaikan, kegiatan ini membahas terkait konteks seperti apa yang memberi ruang bagi tumbuh dan kembangnya elit muslim di Indonesia.
Menurutnya, hanya dengan kebesaran jiwa dari elit Muslimlah Republik ini bisa lahir pada tahun 1945. Sebagai elit dari kelompok mayoritas (Islam), mereka rela menerima Pancasila sebagai Ideologi Bangsa demi menjaga Persatuan Indonesia.
“Itulah sebabnya, Ulun Lampung, yang juga Menteri Agama pertama dari militer di Indonesia, yakni Alamsjah Ratu Perwiranegara pada masa Orde Baru selalu mengatakan bahwa Pancasila merupakan hadiah terbesar Umat Islam bagi Persatuan Indonesia,” jelasnya.
Dekan berharap, mahasiswa dan dosen mendapatkan pencerahan dan ide-ide baru yang dapat dikembangkan ke depan sebagai bahan kajian. (*)
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
