Dosen IIB Darmajaya Berikan Pelatihan Organisasi, Keuangan Hingga Digital Marketing

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Tanggamus

26 Agustus 2021 20:54 WIB
Pendidikan | Rilis ID
FOTO: Humas IIB Darmajaya
Rilis ID
FOTO: Humas IIB Darmajaya

RILISID, Tanggamus — Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan pengabdian masyarakat melalui kelompok wanita tani (KWT) Sehati dengan pengimplementasian program M2ID (Management Human Resources, Management of Finance, Innovation of Product & Packaging and Digital Marketing), di Desa Sidomulyo, Airnaningan, Tanggamus.

Adapun dosen tersebut adalah Toni Nurhadianto, S.E., M.Sc., (ketua) dengan anggota Ulfah Tika Saputri, S.E., M.Sc., dan Zulkarnaini, S.Kom., M.T.I. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan beberapa kali dengan pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Toni Nurhadianto mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan program M2ID meliputi Management Human Resources, Management of Finance, Innovation of Product & Packaging and Digital Marketing kepada KWT Sehati. 

Berdasarkan permasalahan seperti kurangnya pengelolaan sumber daya manusia, kurangnya kemampuan anggota dan pengurus KWT dalam melakukan pengelolaan keuangan dan pencatatan keuangan yang mencakup pengelolaan dan pencatatan keuangan usaha, organisasi dan keuangan rumah tangga.

Kemudian, produk yang dihasilkan hanya sebatas kopi bubuk dan packaging yang kurang menarik (plastik polosan) dan tanpa merek dagang serta pemasaran produk hanya di warung kecil ataupun ke pengepul.

Dari pokok permasalahan tersebut muncul dari dua kajian ilmu yaitu rumpun ilmu ekonomi dan bisnis serta ilmu komputer.

Penerapan M2ID, dengan memberikan beberapa kali pelatihan seperti Pelatihan Manajemen Organisasi KWT & Pelatihan Inovasi & Packaging Produk Kopi. Kemudian, bersama rekan-rekan dosen lainnya kembali memberikan pelatihan Pencatatan dan Manajemen Keuangan Usaha pada.

Menurut Toni, KWT Sehati memiliki kegiatan mengolah lahan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pangan anggota. Namun, dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai macam kendala.

“Misalnya ketidakjelasan fungsi dan tugas anggota organisasi, sehingga menyebabkan anggota kelompok tidak memiliki keterikatan yang jelas terhadap organisasi. Untuk itu, kita berikan pemahaman terkait organisasi beserta tugas, pokok, dan fungsinya dengan Pelatihan Manajemen Organisasi KWT,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Toni Nurhadianto dkk juga memberikan pelatihan Pencatatan dan Manajemen Keuangan Rumah Tangga & Organisasi kepada KWT Sehati. Menurut dia, setiap pelatihan diikuti 26 orang peserta. Permasalahan utama yang paling berpengaruh terhadap KWT Sehati adalah pemasaran dan inovasi produk kopi yang dihasilkan. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: lampung@rilis.id
Tag :

IIB Darmajaya

mahasiswa

kerjasama

masyarakat

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya