Dicap Nakal, Seorang murid di RA Puri Fathonah Bandar Lampung ‘Diasingkan’ dari Sekolah

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

17 Januari 2024 20:58 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Ilustrasi anak diasingkan dari sekolah. Foto : Freepik.com
Rilis ID
Ilustrasi anak diasingkan dari sekolah. Foto : Freepik.com

RILISID, Bandar Lampung — Seorang murid laki laki Yayasan Pendidikan Fathonah Raudhatul Athfal (RA) Puri Fathonah Kota Bandar Lampung diasingkan dari sekolah tersebut. Siswa RA berinisial GB itu sudah berbulan-bulan tidak diperbolehkan masuk kelas dan belajar bersama teman-temannya sesama siswa. 

Alasannya, karena GB adalah anak yang nakal dan sering mengganggu siswa lain. GB disebut sering menakali siswa lain dan dianggap mengancam keselamatan dari siswa-siswi di sekolah tersebut.

Sejak bulan November 2023 lalu, GB hanya diperbolehkan belajar di ruangan kantor sekolah. Ia tak diizinkan masuk ke ruang kelas untuk bersosialisasi dengan teman-teman seusianya.

Sempat belajar di ruang kantor, karena tidak nyaman maka pihak orangtua meminta sementara belajar daring. Namun sekolah daring (online) ini berlangsung berbulan-bulan. Hal ini pun membuat GB kehilangan akses untuk mendapatkan edukasi di sekolah itu. 

Perwakilan Pihak keluarga GB (Novi) menjelaskan, beberapa orangtua anak di RA tersebut tak mau menerima GB masuk kelas lagi. Desakan itu yang membuat pihak sekolah membuat kebijakan agar GB belajar di kantor. 

“Alasannya supaya tak mengganggu teman lain, tapi belajar di kantor itu kan tidak nyaman karena dia digabung sama guru-guru. Belajar nggak fokus. Padahal kan sekolah harusnya jadi tempat bermain dan bersosialisasi anak-anak,” kata Novi. 

Awalnya orangtua GB telah meminta agar GB belajar via daring. Namun setelah masuk semester II, ternyata belum ada kebijakan dari pihak sekolah untuk memperbolehkan GB kembali masuk sekolah. Alasannya beberapa wali murid menolak.

“Beberapa wali murid tetap ngotot dengan pihak sekolah tak mengizinkan GB masuk kelas. Dari hasil rapat, mereka beralasan anak-anak lain akan terancam keselamatannya. Menurut kami itu berlebihan,” jelas Novi.

Ia pun menyayangkan tidak adanya kejelasan dari pihak sekolah sampai kapan GB ‘diasingkan’ dari sekolah. Menurut Novi, ia sudah berkoordinasi langsung dengan Kepala Sekolah RA, Asria Robiatul. Namun justru kepsek juga menyatakan kalau GB anak nakal.

“Jika sampai seterusnya dia tidak dibolehkan masuk kelas, maka dia tidak dapat apa-apa. Hanya dapat ijazah TK dan dapat cap sebagai anak nakal,” ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Bully

Siswa TK

dikucilkan

Fatonah Raudhatul

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya