Data Science, Kunci Pengambilan Keputusan yang Akurat
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Data science merupakan multidisiplin ilmu, baik itu bidang matematika, statisika dengan ilmu komputer. Tujuannya untuk menganalisa data dari suatu himpunan data baik dalam bentuk sampel maupun populasi. Hal itu dilakukan dengan mengaplikasikan algoritma tertentu untuk tujuan menggali data (data mining) dan mendapatkan pola data.
”Kemudian, dapat membuat prediksi data dengan cukup akurat yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan serta dapat digunakan untuk membuat sistem yang cerdas,” ujar Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, saat pelatihan Pengenalan Data Science dengan subscribe dari kalangan mahasiswa dan dosen di semua program studi, di Lab Information Access Centre (IAC) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Rabu (17/2/2021).
Said juga menjelaskan Data Science berbeda dengan Data Mining & Machine Learning. Kalau Data Science melibatkan proses melalui Data Mining dan Machine learning. Di mana, Data Mining adalah proses pengambilan informasi dari pola data sebuah himpunan data yang sebelumnya tidak diketahui, kadang disebut juga Data Discovery.
”Data Mining fokus pada mengekstrak pola menggunakan metode statistik untuk dianalisa dan dapat juga melakukan prediksi,” kata dia.
Sedangkan machine learning merupakan bagian dari Artificial Intelligence (AI) yang digunakan agar sistem komputer secara otomatis dapat belajar dengan sendirinya tanpa diberi instruksi pemrograman dan dapat meningkatkan prediksi yang akurat dan pengunaannya biasanya sifatnya realtime.
”Sehingga bisa disebut juga Data Mining dan Machine Learning merupakan bagian dari Data Science,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan pelatihan pengenalan Data Science bertujuan agar seseorang menggali data dan memberikan informasi seakurat mungkin yang digunakan dalam mendeskripsikan dengan menampilkan pola data untuk dianalisa dan penemuan masalah.
”Di sini kita juga bisa melakukan prediksi berupa nilai, probabilitas maupun data dan kemudian merekomendasikan hasilnya dalam pengambilan keputusan yang dapat dilakukan otomatis oleh sistem yang ada,” ucap doktor lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Pada pelatihan yang juga digelar secara zoom itu, juga menampilkan pemateri Hary Sabita, S.T., M.T.I.
Dia menjelaskan, phyton sudah menjadi bahasa pemrograman paling populer di tahun 2019. Tingginya tingkat popularitas phyton salah satunya disebabkan mudahnya memahami sintaks.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
