Cuaca Ekstrem, Jangan Tidur Sepanjang Malam Dengan Kipas Angin Menyala, Ini Dampak Buruknya Besti!
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Hal ini dikarenakan angin yang dihasilkan oleh kipas angin tersebut bukanlah oksigen melainkan karbondioksida.
“Jika kipas angin diarahkan ke wajah saat tidur malam, maka tubuh akan kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup,” kata Dede, dikutip dari situs UM Surabaya.
2. Menyebabkan alergi Tidur dengan kipas angin dapat menyebabkan debu, tungau debu, dan alergen lainnya bersirkulasi di dalam ruangan.
Alergen dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti bersin, pilek, mata berair, tenggorokan gatal, atau kesulitan bernapas.
Jika Anda menderita asma dan alergi, sebaiknya hindari tidur dengan kipas angin.
3. Dehidrasi dan hipotermia Kondisi ini dapat terjadi bila suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya (di atas 40 derajat Celsius).
Rasa dingin yang ditimbulkan oleh kipas angin dapat membuat tubuh tidak mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca buruk.
4. Mata dan Kulit Kering Efek tidur dengan kipas angin dapat menyebabkan mata dan kulit menjadi kering.
Mata kering lebih rentan mengalami iritasi, apalagi jika Anda sering menggosoknya.
Sementara itu, kulit kering akibat penggunaan kipas angin dapat memperburuk kondisi yang sudah ada, seperti eksim dan psoriasis.
Kipas angin
tidur
kesehatan
Menyala
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
