Pesan untuk Nikita Mirzani, Cerita Mbak Tutut Ketika Berhijab

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

14 Juli 2018 23:52 WIB
Ragam | Rilis ID
Mbak Tutut yang dikenal dengan kerudungnya. FOTO: cnn indonesia
Rilis ID
Mbak Tutut yang dikenal dengan kerudungnya. FOTO: cnn indonesia

RILISID, Jakarta — Ketika selebritas sensual Nikita Mirzani memutuskan berhijab, jagat media hiburan dan juga warganet menyambutnya dengan beragam komentar. Dari mulai yang memuji, takjub, kaget sampai yang nyinyir bercampur aduk. Di antara yang nyinyir itu mereka meragukan pesohor kontroversial ini konsisten menjalaninya.

Latar belakang ibu satu anak itu yang pernah operasi payudara dan vermak bibir serta bagian 'onderdil' lainnya membuat sangsi masyarakat. Belum lagi dalam bagian tubuh Nikita juga masih terdapat tato

Kesangsian itu sangat wajar. Tetapi masyarakat juga perlu berpikir positif. Karena rahasia Allah dengan hidayahnya tidak ada yang tahu.

Karena itu sebagai penonton Nikita Mirzani, selayaknya memberikan kesempatan kepada perempuan kelahiran Jakarta 17 Maret 1986 ini. Keputusannya menutup seluruh auratnya pada 11 Juli 2018 lalu patut diapresiasi.

Sepertinya kisah Siti Hardiyanti Indra Rukmana alias Mbak Tutut memutuskan mengenakan hijab bisa menjadi masukan atau perhatian Nikita Mirzani sehingga tidak melakukanya setengah-setengah yang pada akhirnya malah akan membuat jelek orang yang mengenakan hijab.

Seperti disitat dari laman tututsoeharto.id, berikut ini kisah Mbak Tutut saat memutuskan untuk mengenakan hijab dan saran Soeharto agar putrinya menjalankannnya dengan sungguh-sungguh.

Dulu sebelum naik haji, saya suka pakai kerudung. Tetapi hanya ketika ada acara-acara yang mengharuskan saya berkerudung. Seperti acara ke pondok pesantren, acara pengajian, atau acara semacamnya yang memerlukan memakai kerudung.

Pada tahun 1989, alhamdulillah, saya beserta suami dan kawan-kawan, diizinkan Allah menunaikan ibadah haji. “Naik haji bila mampu,” begitu perintahnya. Kami berangkat 60 orang. Ada yang sudah bersuami-istri, namun ada pula yang belum menikah.

Sepulang dari ibadah haji, kami yang wanita bersepakat untuk tetap memakai kerudung selama 40 hari. Berkerudung secara kontinyu setiap hari. Ada sesuatu yang merambah hati, saya merasa lebih percaya diri dan sabar. Akhirnya saya memutuskan, tidak melepas kerudung saya.

Setelah beberapa bulan saya berkerudung, suatu hari Bapak memanggil saya. Saya datang ke rumah Bapak dan Ibu.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya