Cegah Korupsi Berbasis Keluarga, Ketua DWP UIN RIL Ikuti ToT Kusemai Nilai
Fi fita
Bandarlampung
“Ibu-ibu bisa mulai menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan informasi antikorupsi ini,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua DWP Itjen Kemenag, Cut Haslinar mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen pencegahan korupsi yang dimulai dari perempuan dan dari keluarga.
Menurutnya, perempuan sebagai titik awal pendidikan nilai-nilai anti korupsi yang kemudian akan dikembangkan di keluarga dan kemudian akan meluas ke jejaring lingkungan sosial masing-masing.
Cut Haslinar juga berharap, program ini akan menjadi gerakan internal Kementerian Agama yang dapat menjadi pengungkit percepatan pembangunan budaya berintegritas.
Sementara Plt Sekretaris Itjen Kemenag, Kastolan menyampaikan, peran keluarga terutama istri sebagai pendamping suami harus mampu menjadi benteng pertahanan pertama dalam pencegahan korupsi.
Menurutnya, kaum ibu yang saat ini suaminya sedang diamanahkan memegang jabatan yang melekat agar mampu menjadi support system sehingga tercipta lingkungan pemerintahan yang bersih dan tidak koruptif. (*)
UIN RIL
DWP
ToT
Kusemai Nilai
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
