Buruk Rupa Jalanan Bandar Lampung Akibat Stockpile Batubara, Lumpur Hitam Hingga Debu Pekat
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Meski kondisi Jalan Yos Sudarso ini sudah cukup parah, sayangnya tidak ada perhatian dari pihak perusahaan stockpile. Baik untuk membersihkan secara langsung, maupun bekerjasama dengan warga setempat.
“Boro-boro mau bersihin. Ini mereka sudah lihat lumpurnya eperti di sawah tapi mereka (pihak perusahaan stockpile) tidak peduli. Kita yang capek bersihin,” kata dia.
Yang lebih membahayakan, jalanan licin akibat lumpur hitam sisa batubara ini mengakibatkan jalanan licin. Bahkan sudah ada beberapa pengendara sepeda motor yang terjatuh.
“Sudah banyak yang makan korban jatuh dari motor karena jalanan licin. Tapi tetap saja nggak ada pehatian. Dibiarin aja jalanannya seperti sawah,” ujarnya sambil membersihkan sisa lumpur di jalanan tersebut.
Ia pun menyayangkan tidak ada perhatian dari Pemkot Bandar Lampung untuk membersihkan jalanan atau menertibkan stockpile yang masih beroperasi.
“Ini katanya kemarin kan mau dipindahin. Tapi sampai sekarang masih gitu-gitu aja. Harusnya pemda tegas,” kata dia.
Untuk diketahui, sejak akhir tahun 2023 lalu, warga dari Kelurahan Sukaraja dan Way Lunik sudah menggelar aksi unjuk rasa meminta stockpile di daerah itu dipindah. Karena warga sudah tidak tahan dengan debu batubara yang membuat warga mengalami gangguan pernafasan.
Unjuk rasa ini pun mendapat perhatian dari Pemkot Bandar Lampung. Saat itu, Pemkot memberikan arahan agar stockpile batubara di daerah itu segera angkat kaki. Namun nyatanya sampai saat ini masih terus beroperasi. (*)
debu batubara
stockpile Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Kecamatan Panjang
Bumi Waras
lumpur batubara
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
