Bersama Pembaca
Wirahadikusumah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Rabu, 1 Februari 2018, Rilis.id Lampung hadir di Provinsi Sang Bumi Ruwa Jurai. Tentu selama lima tahun berdiri, pahit-manis dalam mengayuh biduk sebagai media massa sudah dialami media ini.
Kini, dengan diawaki 42 orang, Rilis.id Group terus tumbuh. Menjadi media yang dipercaya dan rujukan bagi pembacanya.
Rilis.id terus berusaha membuat ekosistem media yang sehat, bukan hanya kontennya, tetapi juga bisnisnya. Kendati industri media massa kini di tengah hantaman badai bernama disrupsi digital.
Rilis.id juga terus melakukan adaptasi teknologi dan pengelolaan bisnis yang tepat. Tentu agar bisa bertahan sesuai perkembangan zaman. Dengan berinovasi melakukan transformasi digital untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.
Seluruh awak Rilis.id pastinya juga sudah tahu, bahwa penggunaan teknologi digital berpengaruh pada perubahan cara bisnis. Juga layanan kepada pembaca. Yang dituntut memahami kebutuhan pasar dengan memproduksi berita sesuai dengan target pasar dan platform media.
Karenanya, perubahan itu menuntut sebuah kreativitas serta inovasi dalam menciptakan konten. Pun distribusinya melalui ”divisi pemasaran digital” bernama media sosial.
Pastinya, seluruh awak Rilis.id Group, khususnya di bagian redaksi terus menjaga kualitas jurnalisme, yang esensinya untuk melayani pembacanya.
Di era digital ini, media massa memang mengalami pergeseran cara kerja. Tapi tidak boleh mengalami pergeseran nilai, dengan meninggalkan kode etik jurnalistik dalam menciptakan konten.
Rilis.id group sangat sadar, bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi yang harus merdeka dengan tetap menjunjung tinggi profesional. Menjadi media massa yang harus lebih peka dan jeli dalam menjalankan fungsinya. Berperan sebagai pelopor perubahan yang dapat mempengaruhi masyarakat melalui pemberitaannya.
Bersama Pembaca
Direktur Utama Rilis.id Group
saat turun langsung menyapa pembaca di Tugu Adipura
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
