Bercita-cita Jadi Wartawan, Ternyata Mari Pangestu Pernah Jabat Redaktur Pelaksana
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Di alam bawah sadarnya itu, Mari mengaku secara tidak sadar mendapatkan pengaruh dari ayahnya untuk menyukai ilmu-ilmu ekonomi.
“Di tingkat 3 saya ambil ekonomi pembangunan. Di situ kecintaan saya bukan hanya ke ekonomi tapi bagaimana ekonomi dapat digunakan untuk membantu pembangunan suatu negara,” kata perempuan kelahiran 23 Oktober 1956 itu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
