Bahas Peluang BIPA di Amerika, Prodi PBI UIN RIL Hadirkan Dosen Arizona State University
Fi fita
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (Prodi PBI FTK UIN RIL) dalam agenda Guest Lecture Series, menghadirkan Assoc Prof Peter Suwarno MA PhD dari Arizona State University (ASU), Amerika, Selasa (21/05/2024).
Kegiatan di Aula FUSA ini mengusung tema Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Learning Revolution and American Dream: Challenges and Opportunities.
Dalam paparannya, dosen yang ahli di bidang bahasa dan komunikasi itu menerangkan tantangan dan peluang yang dihadapinya dalam mengembangkan program BIPA di Amerika.
Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing adalah program pembelajaran bahasa Indonesia yang subjeknya merupakan pembelajar asing.
“Keberhasilan program bahasa Indonesia di US tergantung pada jumlah peminat (mahasiswa), dukungan program Indonesia di universitas, serta funding,” jelasnya.
Sedangkan tantangan untuk sebagian besar program BIPA, sambungnya, diantaranya alasan/motivasi belajar bahasa Indonesia, recruitment (berkurangnya minat belajar bahasa Indonesia), venue (tempat dan komunitas) penggunaan bahasa Indonesia, menurunnya jumlah dosen yang berminat di bidang Indonesia, dan lainnya.
Dia juga menyebutkan bahwa pengajar BIPA sebagai duta bangsa. Menurutnya, melalui BIPA, mereka dapat memperkenalkan budaya Indonesia hingga merekrut mahasiswa luar untuk tertarik dan melakukan riset ke Indonesia.
Acara ini dibuka oleh Dekan FTK, Prof Dr Hj Nirva Diana MPd. Dalam sambutannya, Prof Nirva menekankan pentingnya bahasa Indonesia di era globalisasi.
"Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia,” ujarnya.
“Dengan mempelajari Bahasa Indonesia, kita membuka peluang untuk menjalin hubungan dengan lebih banyak orang di seluruh dunia," imbuhnya.
Uin ril
mahasiswa uin ril
Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
