BPBD Lampung Petakan Wilayah Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, Ini Lokasinya
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Jelang musim hujan di akhir tahun 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memetakan daerah rawan banjir.
Tujuannya untuk mengantisipasi bencana banjir dan mencegah dampak yang ditimbulkan pada peralihan musim di bulan November, Desember sampai awal tahun 2024.
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal Sugiarto mengatakan pihaknya sudah mendapatkan surat dari BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
“Saat ini sudah ada peralihan musim dari kemarau ke hujan. Jadi kami diminta untuk waspada terhadap risiko bencana yang bisa terjadi," ujar di Rudy, Minggu (5/11/2023).
Untuk itu, BPBD Lampung telah melakukan pemetaan daerah rawan banjir dengan menjalin koordinasi Bersama BPBD kabupaten/kota.
Selain banjir, di musim hujan ini bencana yang juga harus diwaspadai seperti tanah longsor, puting beliung, dan pergerakan tanah.
“Maka berbaga peralatan hingga petugas sudah siap semua di 15 kabupaten kota. Kalau Bencana Banjir ini semua daerah memiliki potensi risiko,” jelasnya.
“Untuk puting beliung ada di Lampung Tengah, Lampung Timur, dan sebagian Tulang Bawang. Sedangkan longsor ada di Lampung Barat, Pesawaran, serta Tanggamus," ucapnya.
Berdasarkan pemetaan BPBD Lampung, di Kota Bandarlampung ada sebanyak 11 kecamatan yang memiliki risiko terancam banjir.
Luas genangan ancaman banjir dengan risiko rendah ada seluas 1.875,69 hektar, luas genangan banjir risiko sedang sebesar 128,58 hektare, dan luas genangan risiko tinggi 425,58 hektare.
banjir
Lampung
BPBD Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
