Artikel Ilmiah Pengganti Skripsi Mahasiswa UIN RIL Tembus Sinta 2

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

5 Juli 2024 21:33 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Sukses Publikasi Artikel Jurnal Sinta 2, Aprilis Saputri, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Lulus Tanpa Skripsi
Rilis ID
Sukses Publikasi Artikel Jurnal Sinta 2, Aprilis Saputri, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Lulus Tanpa Skripsi

“Publikasi ilmiah itu juga mendorong untuk pemeringkatan Webometric, terdapat salah satu poin yang kita sebut excellence. Itu seberapa banyak publikasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika, baik mahasiswa dosen yang disitasi oleh di pihak luar UIN, baik dari berbagai negara maupun Indonesia. Serta penilaian pemeringkatan melalui Unirank. Itu salah satu poin yang dinilai,” tambah Prof Syafrimen.

Prof Syafrimen menyebutkan, salah satu ciri dan yang harus kita lakukan dalam mendukung program Rektor yaitu internasionalisasi, dengan UIN harus masuk QS Rank. 

“Minimal di dalam 2 tahun terakhir itu, kita harus punya lebih kurang 2000 publikasi. Tentu dengan adanya pedoman penulisan karya ilmiah sebagai pengganti skripsi ini, kita bisa menggerakkan semua prodi yang ada di UIN dalam kolaborasi dosen dan mahasiswa. Coba dibayangkan, kita punya 46 prodi, 5 orang saja setiap prodi, berarti kita akan dapat 230 artikel setiap 1 semester. Kalau setiap prodi bisa publish 10 artikel ilmiah, insya Allah 1 tahun ke depan kita sudah bisa masuk QS Rank. Ini pekerjaan yang sangat terukur,” terangnya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Prof Syafrimen menyampaikan banyak manfaat yang dihasilkan dengan publikasi ilmiah.Salah satunya berpeluang mendapatkan beasiswa.

“Mahasiswa yang memiliki publikasi ilmiah apalagi pada Jurnal bereputasi tinggi, besar peluang mereka untuk memperoleh beasiswa, baik dalam maupun luar negeri, kalau mereka mau studi lanjut,” tuturnya.

Prof Syafrimen juga mendorong dosen lain untuk membimbing dengan baik mahasiswanya dalam menulis artikel ilmiah.

Ia mencanangkan target yang lebih tinggi, yaitu Sinta 1 atau bahkan jurnal internasional. Hal ini kalau memungkinkan dan tidak dipaksakan. Lakukan sesuai kemampuan mahasiswa.

“Meskipun dalam kebijakan/pedoman disyaratkan Sinta 6, tapi kita harus mendorong melampaui di atas standar. Kita pasang target yang lebih tinggi, bisa Sinta 2 atau Sinta 3, atau ada yang bagus kita dorong Sinta 1 dan ke jurnal internasional bagi mahasiswa itu sendiri maupun dosen,” tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya