Angka BOR dan Oksigen di RSUDAM Menurun, Wadir: Belum Jadi Indikator Penurunan Covid-19
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Terjadi penurunan angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate atau BOR) menjadi 69.05 persen dan kebutuhan oksigen berkurang sekitar 0,5 sampai 1 ton dari sebelumnya 2,5 ton per hari di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).
Menurut Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM Lampung dr. Mars Dwi Tjahjo, angka BOR tersebut menunjukkan saat ini sudah masuk kisaran ideal di rumah sakit yakni antara 60-85 persen.
"Penurunan angka BOR covid-19 itu terjadi per hari Senin (9/8/2021) kemarin," ungkapnya saat dikonfirmasi Rilisid Lampung, Selasa (10/8/2021).
Menurutnya, turunnya BOR otomatis berpengaruh terhadap penggunaan oksigen.
"Sementara kebutuhan untuk oksigen tabung masih berkisar 200 per hari," tambahnya.
Namun, menurutnya pula, tren penurunan BOR dan oksigen di RSUDAM ini, belum bisa dijadikan indikator utama penurunan angka covid-19. Karena saat ini banyak warga dengan gejala ringan covid-19 memilih isolasi mandiri (isoman).
"Untuk kasus ringan sebaiknya memang isoman, tetapi kalau gejala sedang bahkan berat baiknya ke rumah sakit," lanjut dokter spesialis urologi ini. (*)
BOR
Oksigen RSDAM
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
