Pionir Tempe Mendoan di Metro, Jajanan yang Hampir Wajib saat Kongkow
Adi Herlambang Saputra
Metro
RILISID, Metro — Masyarakat Kota Metro mungkin sudah tak asing dengan tempe mendoan. Ya, olahan gorengan tempe setengah matang itu mulai digemari di Kota Metro.
Namun, apakah masyarakat Kota Metro sudah mengetahui pionir tempe mendoan di kota yang dijuluki Kota Pendidikan itu?
Owner Pojok Mendoan, Neni Yuniati, mengklaim dirinya yang pertama memperkenalkan tempe mendoan di Kota Metro. Saat itu Ia menjelaskan makanan khas Banyumas itu memiliki karakteristik tersendiri sebagai jajanan teman mengobrol.
"Jadi secara esensi, mendoan itu berasal dari bahasa Banyumas yang artinya setengah matang. Adapun, jenis tempe dan adonannya pun berbeda dengan gorengan biasa," papar Neni saat ditemui di kediamannya, Senin (23/10/2023).
Menurutnya, Pojok Mendoan merupakan pelopor pertama UKMK olahan tempe goreng itu di Bumi Sai Wawai.
Neni bersama suaminya mulai usaha tersebut sejak 2018. Namun, pada 2020 sejumlah pedagang kaki lima hingga cafe mulai menjual makanan tersebut.
Sejak awal menjual tempe mendoan, pihaknya tidak pernah menghilangkan esensi dari tempe mendoan itu sendiri.
Neni mengatakan, ketika berjualan mendoan di Metro, dirinya turut menyesuaikan selera konsumen yang ada di Bumi Sai Wawai.
"Kalo esensi dari mendoan sendiri kan digoreng setengah matang, dan terlihat pucat tempenya yang dibalut tepung, tapi kami tetap menyesuaikan dengan selera konsumen di sini," tuturnya.
"Kadang ada konsumen yang minta sedikit lebih garing menggorengnya, jadi tentu kami tetap menyesuaikan dengan permintaan konsumen seleranya seperti apa," tambah dia.
Tempe Mendoan
Berita UMKM
Berita Lampung
Berita Metro
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
