Istri Maju jadi Cawabup Partai Lain, Winarno:Dinamika Politik, Bukan Pembangkangan!
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
Kemudian, Partai Golkar membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh, bahkan ke tokoh yang saat ini menjadi calon dari pasangan yang lain, tapi tidak sepakat.
Akhirnya, karena waktu semakin dekat pada pendaftaran, nama istrinya muncul untuk mendampingi Edi Azhari.
Ternyata, di detik-detik terakhir, ungkap Winarno, terjadi Munas Golkar di Pusat. Akhirnya, rekomendasi turun ke pasangan Elfianah-Yugi.
"Nah, karena sebelumnya, PKB sudah intens komunikasi, akhirnya malah PKB sendiri mengusung pasangan yang memang dari awal kita sepakati. Jadi langkah istri untuk maju itu memang settingan dari partai, sebagai kader yang mendampingi non kader. Jadi buka pembangkangan, tapi semata proses dinamika politik," terangnya.
Karena, kata dia lagi, jika Tri Isyani maju menjadi calon wakil atas kemauan dirinya sendiri bukan rencana Partai Golkar di awal, pasti ia sudah mendapatkan sanksi.
Namun, Winarno menegaskan, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mesuji, ia tetap tegak lurus dengan keputusan partai yakni mengusung Elfianah-Yugi.
Mengenai istrinya, Tri Isyani yang akhirnya berpasangan dengan Edi Azhari, Winarno mengatakan memberikan pilihan politik kepada istrinya untuk menjalani komitmen yang sudah dibuat.
"Di alam demokrasi saat ini, pilihan politik adalah hal yang biasa terjadi, salah satunya situasi ini. Saya restui istri saya mengambil langkah politiknya, silahkan berjuang dengan partai yang mengusungnya," tutupnya.
Sebelumnya, Tri Isyani saat mendaftar sebagai calon wakil bupati mendampingi Edi Azhari, di KPU Mesuji, mengatakan bahwa langkah politiknya itu mendapat persetujuan sang suami yakni Winarno yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar. (*)
Cabup-cawabup
Kabupaten Mesuji
pilkada 2024
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
