Wow, Ternyata KPU Terima Mobil dari Anggaran Pilgub Lampung
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Terungkap dalam hearing Pansus Money Politics bersama dengan Bawaslu, KPU dan Biro keuangan daerah, adanya bonus mobil Toyota Innova dan Avanza dari uang NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) Pilgub Lampung.
Hearing yang digelar di ruang rapat Komisi DPRD Lampung itu dihadiri Ketua Pansus Mingrum Gumay, Sekretaris Yandri Nazir, anggota Watoni Noerdin, Ririn Kuswantari, Abdullah Fadri Auli, Noverisman Subing, M. Junaidi, Yozi Rizal, Raden Ismail, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah, Iskardo P Panggar dan Adek Asyari, Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono, Solihin dan staf- stafnya serta Kepala Biro Keuangan daerah Minhairin.
Mobil Innova dan Avanza yang jadi aset KPU RI kemudian diberikan bonus dari Bank Mandiri atas pembukaan rekening KPU Lampung terhadap uang hibah Pilgub, dan Bawaslu Lampung mendapatkan bonus dari BRI sebuah mobil Innova dan Avanza dengan pinjam pakai hingga tahapan Pilgub usai, ditambah juga bonus meubleair.
Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan bahwa status NPHD hibah yang ditunjuk ke Bank Mandiri tidak asal memilih, akan tetapi setelah ijin Gubernur dan Mendagri.
"Kita ijin dengan gubernur sekjend Mendagri, termasuk kita undang BRI, Mandiri, BNI, Bank Daerah dan yang siap adalah Mandiri, mereka memberikan bonus Innova dan Avanza serta asuransi kecelakaan PPK hingga PPS hingga tahapan Pilgub selesai. Mobil Innova dan Avanza ini menjadi aset KPU RI, sudah kita laporkan," kata Nanang dalam hearing.
Sedangkan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menjelaskan bahwa pihaknya menaruh uang tersebut di Bank BRI setelah diambil dari Bank Pembangunan daerah Lampung.
"Anggaran Bawaslu dari Pemprov Lampung Rp92, 5 Miliar dan tersisa Rp485 juta," kata Khoir.
Ditambahkan Sekretaris Bawaslu Lampung Victor Libradi menambahkan bahwa Bawaslu mendapatkan bonus pinjam pakai Mobil Innova dan Avanza yang dipakai selama tahapan Pilgub Lampung.
"Setelah itu nanti dikembalikan dua mobil itu kepada BRI, dan bonus lainnya Bawaslu dapat meubleair, " katanya.
Ketua Pansus Money Politics Mingrum Gumay menanyakan dengan penunjukanBank Mandiri dan BRI oleh KPU dan Bawaslu kemudian mendapatkan bonus tersebut sementara uang tersebut adalah uang pemerintah provinsi Lampung, belum juga dilaporkan ke KPK terkait aset tersebut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
