Wasekjen Sebut PAN Agak Berat Dukung Jokowi
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Amanat Nasional (PAN) hingga kini belum menentukan sikap terkait Pilpres 2019. Namun, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay merasa partainya agak sulit bergabung ke koalisi parpol pendukung Joko Widodo.
"Kalau PAN kelihatannya agak berat kepada Jokowi," ujar Saleh di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Saleh mengatakan, PAN juga akan legowo bila nantinya Ketua Umum Zulkifli Hasan tak diberi ruang untuk maju Pilpres 2019. Asalkan, kata dia, para partai yang mengajak berkoalisi selalu berembuk dan berkomunikasi. Bukan mendahulukan ego mencalonkan calonnya sendiri.
"Yang paling penting itu kan PAN rasional, enggak bisa kami ngotot jadi capres atau cawapres, makanya semua kan kami bicarakan. Andai kata misalnya saya kira PAN sudah berada di posisi yang terburuk sekalipun," terang Saleh.
PAN, lanjut dia, akan tetap menerima apabila tidak bisa memajukan ketua umum. Tetapi, dengan catatan partai yang lain juga jangan ngotot dengam calonnya sendiri.
"Karena yang paling penting dari koalisi adalah membangun kebersamaan dan kemaslahatan bangsa ini," jelas Anggota Komisi IX DPR ini.
Partai berlambang matahari terbit ini mengaku juga tak ingin gagal seperti Pilpres 2014 lalu. Oleh karenanya, koalisi penantang Jokowi mesti melahirkan sosok capres yang kuat.
"Baru yang kedua mencari siapa yang bisa mengalahkan Jokowi, jangan sampai mencalonkan orang yang kalah, ngapain? Makanya di kubu umat ini, kan bagaimana mengalahkan Jokowi," tandas Saleh.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
