Unggul Jadi Capres Terkuat, Poltracking: Jokowi Belum Aman
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Tingkat elektabilitas Presiden Joko Widodo mengungguli calon presiden lainnya, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia.
Meski begitu, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, Jokowi masih belum aman untuk memenangkan pilpres tersebut.
"Jokowi belum aman sebagai capres inkumben, karena elektabilitasnya masih di bawah 60 persen," kata Yuda di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Minggu (18/2/2018).
Berdasarkan survei Poltracking, ujar Yuda, elektabilitas Jokowi berada dikisaran 45-57 persen. Disusul, Prabowo di urutan kedua dengan elektabilitas berkisar 20-33 persen.
"Di luar figur tersebut, baik tokoh politik lama maupun baru, angka elektabilitasnya tak lebih dari 5,0 persen," ujar Yuda.
Poltracking Indonesia sendiri, menyelenggarakan survei pada 27-3 Februari 2018 menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sample dalam survei mencapai 1200 responden, dengan margin of eror 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data, dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner dan responden yang dipilih secara acak. Setiap pewawancara, mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa atau kelurahan terpilih.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
