Tidak Dikenal Sutono, Tak Disangka Begini Jawaban Ketua Tim 10 Lambar
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Misteri siapa di balik terbentuknya Tim 10 yang merupakan gabungan relawan untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Herman HN dan Sutono, akhirnya terjawab.
Ketua Tim 10 Lampung Barat, Santo, saat dikonfirmasi Rilislampung.id melalui sambungan teleponnya, Kamis (31/5/2018), mengaku sudah beberapa kali dipanggil Herman HN menjadi relawan dalam pemenangan di Pilgub Lampung.
“(Tim 10) Ini bentukan Herman HN, kami beberapa kali dipanggilnya,” kata Santo.
Santo menceritakan saat ia dan rekan-rekannya diundang Herman HN di Lamban Handak atau rumah putih, dilarang membawa handphone (HP) dan kamera. (Baca: Tim Sukses Herman-Sutono Alihkan Dukungan ke Ridho-Bachtiar)
“Saat pertemuan itu ada Pak Herman di Lamban Handak, tidak boleh satupun kami yang boleh bawa HP, apalagi kamera. Semua HP disita sementara waktu,” ungkapnya.
Menurut Santo, Tim 10 Herman HN - Sutono ini merupakan relawan di luar tim pemenangan yang dibentuk oleh partai pengusung. (Baca: Jubir Herman HN Nilai Pengalihan Dukungan Kecerobohan)
“Kami ini tim relawan, jadi tidak ber-SK (Surat keputusan), yang ber-SK timnya Herman hanya tim PDIP Perjuangan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Cawagub Sutono mengklaim bahwa tim sukses yang dibentuknya masih solid. Ia juga membantah adanya perpecahan dan pengalihan dukungan ke pasangan calon nomor urut 1 Ridho-Bachtiar.
“Saya tidak tahu dan tidak pernah diberitahu tentang adanya Tim 10. Siapa mereka itu?,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (30/5/2018).
Sutono pun mempertanyakan keabsahan serta massa yang dimiliki Tim 10 tersebut. Ia mengaku tidak terpengaruh dengan merebaknya pemberitaan pengalihan dukungan Tim 10 kepada Ridho-Bachtiar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
