Ternyata! Ini Penyebab Pilpres dan Pileg Berujung Konflik

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

7 Agustus 2018 15:06 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan adanya beberapa hal yang dapat menghambat pilpres dan pileg 2019. Salah satunya yakni soal politisasi isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dan identitas.

"Ada beberapa problem yang dapat berpotensi menghambat penyelenggaraan Pemilu serentak 2019, di antaranya yakni, politisasi SARA dan identitas, konflik horizontal antar pendukung calon, gangguan keamanan, kekurang siapan penyelenggara pemilu, dan lainnya," jelas Kepala P2P LIPI Firman Noor di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Menurut Firman, sebanyak 46 persen responden menilai diskriminasi di Indonesia masih memprihatinkan. Begitu pula dengan partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan yang dinilai oleh 56 persen responden masih buruk atau sangat buruk. 

"Kondisi kebebesan sipil di Indonesia khususnya dilihat dari aspek kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, dan kebebasan berkeyakinan atau beribadah telah dinilai baik oleh ahli," ucap Firman.

Namun begitu survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI pada April-Juli 2018 itu juga mendapatkan bahwa mayoritas responden memberikan nilai positif untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tetapi tetap tidak terhindarkan beberapa persoalan yang diprediksi akan muncul di pemilu 2019.

"Beberapa masalah yang berpotensi muncuk pada Pemilu 2019 antara lain, politik uang, sengketa hasil pemilu, ketidaknetralan birokrasi, tidak menggunakan hak suara, intimidasi dalam pemilu, dan penggunaan kekerasan dalam Pemilu," kata Firman.

Firman berharap hasil survei LIPI ini dapat memetakan isu dan masalah strategis di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Sehingga bisa menjadi bahan pelajaran dan strategi untuk persiapan pemilu 2019 nantinya.  

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya