Tak Suka Aksi #2019GantiPresiden, Ini Saran Rizal Ramli ke Kubu Jokowi

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

29 Agustus 2018 10:05 WIB
Elektoral | Rilis ID
Rizal Ramli. FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh
Rilis ID
Rizal Ramli. FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILISID, Jakarta — Ekonom senior, Rizal Ramli angkat bicara soal penghadangan dan penolakan deklarasi #2019GantiPresiden di beberapa tempat di Indonesia.

Menurutnya, penghadangan yang dialami artis lawas, Neno Warisman ketika hendak mendeklarasikan gerakan #2019GantiPresiden di Riau, Sabtu (24/8/2018) kemarin adalah preseden buruk.

Dengan tindakan tersebut, kata Rizal Ramli, Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi menjelang Pilpres 2019 mendatang.

"Mau adakan diskusi tidak boleh. Jangan tarik mundur demokrasi. Kita memperjuangkan demokrasi, saat itu yang kaum muda termasuk angkatan 98 dengan keringat dan darah. Jangan tarik mundur demokrasi," ujar Rizal di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Rizal menuturkan, akan lebih elok jika gagasan #2019GantiPresiden dilawan dengan gagasan positif dari kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin. Bukan justru melarang dan menghadang, 

"Kalau mau diskusi silakan, kalau tidak suka dengan isi diskusinya, kirim dong aktivis pro-Jokowi buat debat di sana kalau memang jagoan," tegasnya.

Atau tidak suka dengan acaranya, buat juga acara sendiri yang lebih hebat. Tandingan. Selama ini juga terjadi di kubu Jokowi, boleh buat acara, tambah Rizal.

Ia pun meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengingatkan para pendukungnya untuk tidak bertindak represif. 

Sebab, kata dia, tindakan tersebut dapat menurunkan elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019.

"Saya minta Pak Jokowi mengingatkan tim yang kebablasan. Cara-cara seperti ini malah akan mengurangi elektabilitas Jokowi," pungkasnya.
 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya